Mohon tunggu...
Arief Nur Rohman
Arief Nur Rohman Mohon Tunggu... Manusia

Pegiat Moderasi Beragama Provinsi Jawa Barat. Menaruh minat pada Pendidikan, Pengembangan Literasi, Sosial, Kebudayaan, dan Pemikiran KeIslaman.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Gelombang Pandemi: Buruh Vs Covid-19

1 Mei 2021   04:41 Diperbarui: 1 Mei 2021   06:12 51 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gelombang Pandemi: Buruh Vs Covid-19
Menatap Ulang Kehidupan (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pandemi mampu mengubah tatanan negeri tanpa perlu teriakan revolusi. Pandemi merevolusi seluruh sektor kehidupan. Termasuk di dalamnya sektor industri yang turut serta menjadi dampak pandemi ini. Tidak hanya berdampak bagi perusahaan, tetapi juga pada buruh. Tidak sedikit buruh yang terpaksa diberhentikan dari pekerjaannya, karena perusahaan tidak mampu membayar buruh dan produksinya terhenti karena pandemi.

Hari buruh Internasional tahun ini menjadi berbeda. Hal ini menjadikan momentum bersama untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kondisi dan persoalan yang tak henti-hentinya mendera. Persoalan buruh kian kemari semakin kompleks dan pelik. Hal ini ditandai dengan adanya gelombang PHK di tengah wabah Corona, keberpihakan UU Cipta Kerja yang sedikit banyaknya tidak menguntungkan bagi buruh, dan persoalan perlindungan bagi pekerja.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa perkembangan teknologi dan revolusi industri menggantikan para pekerja dengan automasi mesin. Hal ini tentunya akan semakin banyak pekerja yang akan digantikan dengan mesin. Semakin banyak perusahaan yang menggunakan mesin dalam proses produksinya, maka semakin banyak juga para pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Hal inilah yang akan menandai gelombang pengangguran baru bagi bangsa.

Selain itu, perlindungan pekerja tidak sedikit yang belum diatur dalam regulasi tertulis dan tidak tertulis. Seperti halnya perlindungan bagi para pekerja aplikasi digital (PAD). Kehadiran pekerja digital di satu sisi telah memberikan kesempatan kepada pekerja yang selama ini tidak memiliki pekerjaan, bahkan seseoarang bisa memiliki lebih dari satu pekerjaan. Namun kesempatan kerja baru yang diciptakan teknologi digital ini menghadirkan masalah baru bagi perlindungan pekerja. Terutama dalam perlindungan upah, pengaturan jam kerja, dan perlindungan jaminan sosial. Sehingga akibat dari tidak adanya aturan yang jelas, hubungan kerja antara pemilik aplikasi dan pekerja aplikasi hanya terjadi dalam bentuk pengaturan sepihak oleh pemilik aplikasi.

Di lain sisi, gelombang akibat kasus covid-19 juga kian hari kian meningkat, tidak sedikit para pekerja menjadi klaster baru bagi penyebaran covid. Tidak bisa dielakkan sebagian pekerja kantor melakukan pekerjaannya dari rumah. Hal ini sebagai bagian dari upaya memutus penyebaran virus. Selain itu, penyebaran virus juga terjadi di perusahan yang banyak mempekerjakan karyawan dalam proses produksinya. Hal inilah yang menjadi sasaran empuk virus untuk bermutasi dari satu orang ke banyak orang akibat terjadi kerumunan.

Seiring bertambahnya jumlah kasus covid-19, tidak menutup kemungkinan juga berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah buruh yang terancam PHK. Lantas bagaimana keberlangsungan hidup pekerja yang terkena PHK sekaligus menjadi pasien positif Covid-19? Sebab persoalan penyebaran Covid-19 yang begitu masif di perusahaan tempatnya bekerja. Sejatinya pekerja/ buruh dan pasien kasus Covid-19 keduanya adalah manusia yang mempunyai hak hidup sama. Hak atas jaminan kesehatan, keselamatan kerja, dan hak untuk mendapatkan kelangsungan hidup.

Sudah selayaknya pemerintah dan pengusaha memikirkan secara bijak atas persoalan ini. Hal yang bisa menjadikan pertimbangan, di antaranya merumuskan regulasi yang mengatur, menjamin, dan melindungi dalam sebuah aturan tertulis yang jelas. Tidak boleh ada diskriminasi atas perlindungan kerja, apa pun itu status pekerjaannya. Jika keduanya tidak dipikirkan secara bersama, maka hal ini akan menjadi sebuah gelombang pandemi baru yang kita hadapi bersama. Tidak hanya persoalan kesehatan, akan tetapi juga kelaparan, gelombang pengangguran besar-besaran, pekerjaan manusia yang diganti dengan automasi mesin, bonus demografi yang tidak bisa dibendung, dan persoalan lainnya yang mendera bangsa.

VIDEO PILIHAN