Mohon tunggu...
@Arie
@Arie Mohon Tunggu... Orang biasa yang mau berfikir luar biasa. that

Orang biasa, yang mau berfikir luar biasa. Hobi menulis sejak remaja, sayangnya baru ketemu Kompasiana. Humanis, Humoris, Optimis. Menjalani hidup apa ada nya.@ Selalu Bersyukur . Mencintai NKRI. " Salam Satu Negeri,!!" MERDEKA,!!

Selanjutnya

Tutup

Novel

Menaklukkan Ibu Kota (Eps,46)

14 Oktober 2019   05:00 Diperbarui: 16 Oktober 2019   11:53 0 2 2 Mohon Tunggu...
Menaklukkan Ibu Kota (Eps,46)
Image :pinterest.ar - Menjelang Pagi di Jakarta

TRUE Story : Dari kisah, Kusujudkan Cintaku di Mesjid Sultan

Bab.XII.hal 1 .# Merantau ke Jakarta
Senin, : awal tahun dua ribu sembilan
Sekarang  aku sudah di Jakarta. Kemaren aku tiba di stasiun Jatinegara, dengan menumpang kereta api  Gaya Baru Malam Utara, dari Surabaya. Berbekal alamat sahabat ku yang sudah bekerja di sana. Jam empat subuh aku sampai di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.  Aku segera cari ojek, dan menunjuk kan alamat nya.  Tukang ojek, meminta ongkos sepuluh ribu rupiah. Aku setuju dan naik di belakang jok sepeda motor nya . Ketika tiba di alamat yang dituju,  sahabat ku sudah menunggu di depan pintu kantor nya.  Dia menanyakan ongkos dan membayar nya.

 Kami bersalaman, dan berpelukan hangat.  Dia membawa ku masuk kebelakang kantor sekaligus tempat bertahan nya. Ada kamar khusus buat dia dan beberapa rekan nya. Aku segera melepas jaket, membuka topi dan bersandar di tembok kamar, karena masih di dera keletihan perjalanan selama semalaman.  Mulai  jam empat sore, sampai jam empat pagi.  Dua belas jam, Surabaya Jakarta.  

Sahabat ku tinggal di kawasan Dewi Sartika, Jakarta timur.  Dia bekerja di travel, dan masih baru mulai menempati kantor baru yang sekarang ini. Sebelum nya dia berkantor di kawasan Condet. Begitu cerita nya pada ku.  Aku hanya mengangguk kecil, karena aku  juga tak mengerti Condet dimana,  maklum, baru kali ini aku ke Jakarta lagi,  setelah puluhan tahun tak pernah menginjakan kaki.  Kami kemudian sholat subuh bersama, dan sahabatku menyiapkan kasur untukku, mempersilahkan aku beristirahat sejenak.


Alhamdulillah !, aku sudah sampai di Jakarta. 

Satu hal yang aku rasa adalah, dunia menjadi lapang, ketika kita memiliki banyak teman. Dimana pun kita,  akan ada bantuan dan sambutan. Bagi ku menjaga persahabatan adalah hal yang sangat ku perhatikan. Kejujuran dalam persahabatan adalah prinsip ku.  Harta nya ku jaga seperti harta ku. Kehormatan nya  adalah kehormatan ku. Kegembiraan nya juga kegembiraan ku. Kesedihan nya kesedihan ku. Duka nya adalah juga duka ku.  Kami berbagi  segala hal, dan menjalani kehidupan dengan bergandengan tangan.  

Bagi ku, sahabat ku adalah saudara ku. Tempat dimana aku tak punya kerabat di tanah rantau ini, merekalah kerabat ku. keluarga mereka kuanggap seperti keluarga ku juga. dengan itulah ku jalani hidup selama ini. Berpuluh tahun di perantauan. Aku tak pernah hanya mengambil keuntungan sesaat. Bagi ku, sekali bersahabat, tetap bersahabat, sampai  akhir hayat.   

Ada juga beberapa sahabat yang berubah ketika mereka telah jaya dan berhasil, itu ku maklumi.  Karena tiap orang memiliki kepentingan masing-masing. Bisa juga kerena sudah menikah, agak berbeda cara perlakuan nya,  karena pengaruh istri, atau orang sekitar nya. Ada juga karena pendidikan nya yang sudah mumpuni,  merasa bahwa kita bukan lagi level nya. 

Beberapa sahabat ku dulu, sekarang ini memang ada  yang sudah bergelar Ustadz,  Doktorandus,  Sarjana Ekonomi, Dokter, Insinyur, Doktor, bahkan Profesor.  Lulusan  dalam dan luar Negeri.  Banyak  yang dari Universitas  Al Azhar, Kairo, Mesir. Ada juga alumni Ummul Quro, Madinah.  Alumni UI, alumni Perbanas, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, ITN Malang, dan beberapa perguruan tinggi ternama lain nya.

Bersambung Episode 47 ( baca disini ) ( baca dari awal ) @Arie, 13102019,- 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2