Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.780 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 24-04-2024 dengan 2.172 highlight, 17 headline, dan 106.868 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi 💖 Just love writing 💖

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sajak Siang

2 Juni 2024   11:30 Diperbarui: 2 Juni 2024   11:40 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pixabay.com

Teriknya Sang Surya semakin membakar muka bumi menjadi seolah angkuh
Manusia berkejaran dalam jalan untuk mencari peneduh
Pepohonan menjadi seperti pahlawan nan membuat hati tersentuh
Udara panas seolah menjadi lawan yang setara untuk peluh

Lelah menapaki pula jalan kota besar
Terkadang membayang dengan samar
Suasana di desa tercinta
Adakah terik surya membakar pula

Mungkin seperti itu di semua muka bumi
Kala ada kemarau yang panjang menghiasi hari
Ah Tuhan Sang Pencipta alam raya dan semesta
Kapankah Kau turunkan hujan kembali menerpa dunia tempatku berpijak
Sajak siang ini menjadi sebuah doa

....

Baca juga: Sajak Doa

Written by Ari Budiyanti
Minggu, 22 Oktober 2023
#PuisiHatiAriBudiyanti

4-2.837

Baca juga: Sajak Pagi

Baca juga: Bijaksana

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun