Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.689 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 1-112-2023 dengan 2.081 highlight, 17 headline, dan 103.952 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Besr in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’– Just love writing at the end πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sisa Rindu

10 September 2023   18:44 Diperbarui: 10 September 2023   18:50 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pixabay.com

Aku sedang memikirkan sesuatu di kepalaku kini. Sebuah tanya yang terus menerus memenuhi pikiran. Kala pagi, siang, sore, dan paling sering malam. Muncul begitu saja tanpa kurencanakan. Tak pula ada niatan menepisnya.Β 

Kubiarkan saja. Kadang menitik tangis dalam beberapa bulir air mata saja. Namun tak jarang pula membanjir di pelupuk netra. Deras alirannya seolah sedang menumpuk rasa. Rasa rindu tak bertuan. Mungkin itu saja.Β 

Kau tahu? Hadirmu menuansakan begitu banyak diksi. Melambungkan begitu banyak kata dalam untaian puisi rasa hati. Namun aku kembali bertanya. Adakah sisa rindu di hatimu sebenarnya? Atau tak pernah ada sedikitpun rindu itu dari awal.Β 

Aku terdiam dalam renung yang terdalam. Rasa rindu terus menikam tajam bak belati berujung racun. Mencabik sepenuh hati yang mendamba sangat karena sudah terpenjara dalam pesona. Kemudian mau bagaimana lagi?

Hanya luka yang tak kunjung berhenti mengalirkan perih. Merah, biru, bahkan hingga pekat menghitam. Semua tak bisa dipungkiri. Sisa rindu yang ada terus saja menyiksa diri. Semoga dan hanya semoga kau mengerti ini.

.....

Written by Ari Budiyanti

Baca juga: Hempasan Rindu

#PuisiHatiAriBudiyanti

10 September 2023

Baca juga: Merenda Rindu

8-2.619

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun