Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.678 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 22-11-2023 dengan 2.070 highlight, 17 headline, dan 103.592 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’– Just love writing at the end πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Mereka Mengingat Kebaikan Hati Kita

8 September 2023   00:00 Diperbarui: 8 September 2023   22:33 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrai pixabay.com

Sebuah percakapan ringan siang ini ketika melihat salah satu anak tidak bergegas pulang padahal sudah dijemput di depan.

"Loh, kamu sudah dijemput, kenapa tidak segera pulang?" tanya saya dengan heran.

"Miss, botol minumΔ·u Β entah di mana. Kalau aku pulang sekarang dan tanpa botol minumku, aku pasti dimarahi Oma."

"Hilang? Sudah dicari di mana saja? Koq bisa hilang?" Saya ikut membantu mencari di ruangan kelas namun memang tidak ada.

"Miss, mau bantu aku cari ke ruang musik di lantai 3 tidak? Mungkin tertinggal di sana." Dia meminta tolong dengan wajah memelas begitu.Β 

Seorang teman mendengar dan cepat-cepat menjawab. "Miss, aku ikut mencari ya ke ruang musik." Aku mengangguk.

"Iya, ayo kita cari di ruang musik." Kami bertiga pergi ke ruang musik di lantai tiga yang sudah gelap karena lampu dimatikan saat ruangan sedang tidak digunakan.

Langkah kaki anak kecil lebih cepat dari saya. Mereka sampai lebih dulu di ruang musik sementara saya mengikuti dari belakang."Kalau ruang musik gelap, nyalakan dulu lampunya." Kata saya dari belakamg mereka.

Temannya yang lebih kecil, adik kelas tepatnya, dengan sigap dan cepat menyalakan lampu dan benar botol minum itu ada di dekat dinding. Rupanya dia lupa turun saat tadi ada kegiatan di ruang musik.Β 

Setelah menemukan botol minum tersebut, kami pun turun bersama. Dengan rasa bahagia, dia mengucapkan terima kasih berulang-ulang pada saya dan temannya karema mau menemani ke ruang musik dan membantunya mencari botol minum tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun