Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.678 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 22-11-2023 dengan 2.070 highlight, 17 headline, dan 103.592 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’– Just love writing at the end πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Seperti Duniaku yang Terlampau Dingin

24 Agustus 2023   00:20 Diperbarui: 24 Agustus 2023   19:44 84
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pixabay.com

Lalu harus bagaimana ketika hati memilih menjauh. Terasa dinginnya malam tak semenggigil rasaku kini. Dunia yang hangat telah lelap hanyut dalam rasa yang sebaliknya. Membekukan segala sendi hingga ke relung hati. Apakah ada gunanya sapa dan segala kata selama ini.

Entah

Itu jawabku dari hati. Betapa kadang semua harus berakhir tanpa pesan atau makna yang berarti. Menyebalkan bagi yang menjalani namun sesungguhnya tidak bagi yang merancangkannya. Melihat semuanya secara keseluruhan hingga akhir.Β 

Baca juga: Terlambat

Mata Sang Maha Mengetahui dan tangan Yang Maha Kuasa di atas sana sedang berkarya. Memberi hangat yang sesungguhnya pada hati yang sedang merasa kedinginan bak hidup di kutub utara.Β 

Mungkin sebenarnya duniaku tak sedingin itu.

...

Written by Ari Budiyanti

#PuisiHatiAriBudiyanti

24 Agustus 2023

Baca juga: Seperti Tanpa Batas

31-2.605

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun