Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.689 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 1-12-2023 dengan 2.081 highlight, 17 headline, dan 103.952 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’–Just love writingπŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pencinta Sepi

17 Agustus 2023   23:08 Diperbarui: 17 Agustus 2023   23:11 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pixabay.com

Merajut angan dalam pesona alam yang sepi
Sunyi sepanjang jalan bukan penghalang
Menjangkau impian dalam sendiri
Meski perjalanan kadang menempuh jalanan terjal

Bukankah bahagia ditemukan lagi dan lagi
Dalam ujung bumi yang kembali sepi
Oleh suara batin yang terwakili
Alam berbisik dalam hembusan sang bayu di atas diri

Dengan percaya diri melangkah
Tak peduli adanya tujuan yang seolah masih jauh
Asal tak pernah berhenti
Bukankah pada akhirnya menemukan makna dan arti kehidupan sejati

Baca juga: Sepi

Aku tak tahu
Aku bukan pencinta sepi
Aku hanya menikmati masa-masa sendiri
Saat ketenangan menguasai kalbu

Kau bagaimana?
...

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
9 Juli 2023

Puisi untuk seorang kawan nan jauh

Baca juga: Sepi Sewindu

Memories by Maroon-5

27-2.601

Baca juga: Inspirasi Sepi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun