Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.689 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 1-12-2023 dengan 2.081 highlight, 17 headline, dan 103.952 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’–Just love writingπŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Memaksa Lupa

9 Agustus 2023   17:29 Diperbarui: 9 Agustus 2023   17:43 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pixabay.com

Apa maumu hai jiwa
Mengapa memaksa
Bila belum waktunya
Bila bukan milikmu

Tak akan ada jalan lain menujumu
Pergi adalah alasan terbaik yang tak menyakiti kalbu

Siapa bilang ada ragu
Hanya karena tak berani mampu
Segala perkara disimpan manis rapi di ujung memori
Sehingga semua lupa menjadi angan sendiri

Kau tahu ini yaang tersulit bagiku
Memaksa lupa pada pesona yang tiada lalu
Hati terus mendamba
Meski jiwa terus meronta
...

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti

14-2.588

Baca juga: Menapaki Senyap

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun