Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.570 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 06-06-2023 dengan 1.981 highlight, 17 headline, dan 99.562 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Masuk Kategori 15 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’– Just love writing at the end πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Dongeng-dongeng yang Pernah Kudengar di Masa Kecilku

20 Maret 2023   20:50 Diperbarui: 20 Maret 2023   21:21 208
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto Facebook Kemendikbud RI

Tepat tanggal 20 Maret 2023 kita memperingati Hari Dongeng Sedunia. Saya tidak sengaja melihatnya di instagram Kemendikbud RI. Lalu saya menuju ke akun resmi facebook Kemendikbud RI untuk mencari gambar yang sama dengan instagramnya tentang Hari Dongeng Sedunia.

Dongeng selalu mengingatkan saya pada Almarhum Bapak tercinta. Beliau seorang ayah yang sangat gemar mendongeng. Banyak hal baik atau nilai moral yang tertanam hingga saat ini karena mendengarkan dongeng-dongeng tersebut.

Beberapa dongeng yang saya dengar di masa kecil ada yang dalam bahasa Jawa berikut ini judulnya:
1. Kancil Nyolong Timun (Kancil Mencuri Timun)
2. Cindelaras
3. Timun Mas

Tiga dongeng itu yang masih sangat saya kenang. Saya yakin semua pembaca sudah pernah mendengarnya atau tidak asing dengan kisah yang pertama. Bahkan ada pula lagu yang mengisahkan cerita tersebut.

Apa pesan moral di dalamnya? Saya yakin jika kita menceritakan pada anak-anak mereka dengan cepat menyebutkannya. Tidak boleh mencuri. Jika kita mencuri akan mendapat akibat buruk.

Sebenarnya Bapak saya pernah menceritakan aneka kisah Kancil. Tak hanya tentang Kancil yang mencuri buah ketimun di sawah Pak Tani, tertangkap dan berhasil melarikan diri karena kecerdikannya.

Ada pula kisah kancil dan buaya. Apakah Anda ingat kisah ini? Iya Kancil dengan kecerdikannya menjadikan buaya berjajar unruk menjadi jembatan menyeberang sungai. Sementara buaya-buaya itu seperti mau saja dibohongi oleh Kancil dengan iming-iming dapat menikmati daging segar Kancil muda.

Jangan tanya apa implikasinya. Silakan rekan pembaca mencarinya sendiri ya.

Oh ya saya juga ada menulis di Kompasiana tentang beberapa dongeng fabel. Beberapa hari lalu juga saya menceritakan tentang pentingnya menulis fabel. Anda bisa baca di sini dan ini.

Dokpri tangkap layar akun Kompasiana Ari Budiyanti
Dokpri tangkap layar akun Kompasiana Ari Budiyanti
Balik ke dongeng masa kecilsaya ya.


Cerita kedua saya ingat tentang kisah Cindelaras yang tinggal di tengah hutan dan suka memelihara ayam jantan. Bapak menceritakan dengan bersemangat. Beliau tidak membaca buku di depan saya. Namun menceritakan dongeng layaknya story teller profesional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun