Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.500 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 15-3-2023 dengan 1.920 highlight, 15 headline, dan 97.138 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Masuk Kategori 15 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’– Just love writing πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sudut Bunga dan Secangkir Kopi

18 Januari 2023   06:11 Diperbarui: 18 Januari 2023   06:25 145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi puisi dari fB page Coffee Lovers

Pagi merekah kembali dalam balutan sepi
Ada aroma harum secangkir kopi
Pada sebuah hati yang sedang dilanda nada
Bentangan sunyi tak lagi dia rasa

Mengapa demikian
Hatinya telah penuh terisi
Bukan oleh bayangan
Namun karena ada cinta yang penuh sebuah sisi

Dia menatap sebuah sudut di taman penuh bunga
Pun rasa yang dia miliki untuk seorang yang jauh
Ingin rasanya mengayuh biduk sampai ke seberang samudera
Akankah bertahan oleh angin dan gelombang nan penuh

Rasanya angan telah terlampau jauh
Meninggalkan alam pikirannya tanpa memikirkan sang pemilik jiwa
Karena secangkir kopi di sebuah sudut rumah
Ternyata berpadu dalam sudut-sudut lainnya yang penuh bunga

Membuat pikiran melayang hingga ke relung hati sang kekasih
Nan jauh dalam bentangan alam semesta
Akankah dia menjadi yang memilih
Atau terhempas lagi dalam balutan sunyi yang menusuk sukma

....
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
18 Januari 2023

25-2.445

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun