Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru yang suka berpuisi

Sudah menulis 2.311 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 29-09-2022 dengan 1.754 highlight, 14 headline, dan 90.021 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021). Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Untukmu Guru

30 Juli 2022   20:06 Diperbarui: 30 Juli 2022   20:55 140 26 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Puisi Pexels.com

Setitik harapan di sebuah ruang tanpa sekat
Saat pendidikan menjadi yang utama diberi
Pada mereka yang haus ilmu
Demi melindungi diri sendiri dari pilu

Terkadang edukasi menjadikan wawasan terbuka
Membendung angkara yang mengintip di tepian raga
Karena adanya pengendalian diri yang hakiki
Oleh karena kepala terisi pengetahuan

Setitik cahaya lewati celah, belum jua bertuan lelah
Sinaranmu wahyu pemecah kegelapan

Akulah umat penimba reksa aksara
Menoleh pada adi kuasa imaji
yang menjelma dalam tubuh narasi

Titian demi titian
Kunaiki perlahan, merobek selumbar kebutaan
yang merengkuhku dalam dunia hitam tanpa didikan

Sayup kudengar celotehmu
sebentar aku menoleh pada sinar
berhimpit di bebatuan cadas, di sela daun-daun alas,
aku menunggumu,
menantimu dalam damba terang yang kau bawa
Guru

...

Written by Ayuri

(Ayu dan Ari)

27 Juli 2022

35-2.255

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan