Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru yang suka berpuisi

Sudah menulis 2.311 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 29-09-2022 dengan 1.754 highlight, 14 headline, dan 90.021 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021). Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Tentang Hadiah Bunga

3 Juli 2022   10:40 Diperbarui: 3 Juli 2022   11:03 184 21 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi cerpen tentang hadiah bunga | dokpri

"Bulik, aku milih bunga untuk apa?"
"Hadiah dari Bulik karena kamu udah naik kelas."
"Berarti kalau aku ga naik kelas, aku ga dapat bunga?"
"Memang kamu mau ga naik kelas, gitu maksudnya?"
Cepat menggeleng. "Nggak Bulik. Aku maunya naik kelas."
"Kan memang sudah naik kelas," kataku.

Sebenarnya apakah anak-anak merasa akan dapat hadiah kalau mencapai suatu prestasi tertentu?

"Dhek, mbak Na kemaren habis lulus SD loh, kamu mau kasih bunga juga?" tanyaku.
"Mau," matanya berbinar-binar akan memberikan hadiah untuk kakak sepupunya.

Lalu si adhek segera memilih bunga mawar warna biru untuk kakak sepupunya yang baru lulus SD.

Ketika bertemu kakak sepupunya, bunga langsung diberikan. Buket bunga mawar kecil warna biru dari plastik. Biar awet. Lalu aku juga memberi hadiah bunga mawar lainnya, aku meminta si kecil memilih sendiri yang dia suka. Hadiah kelulusan dariku.

Aneka bunga plastik dalam pot| dokpri
Aneka bunga plastik dalam pot| dokpri
"Bulik, aku pengin kasi bunga ke bu guruku di sekolah. Boleh?"

Aku tersenyum kecil melihat keinginanku memberi hadiah bunga langsung menular ke keponakan kecilku. "Tentu saja boleh, syaratnya kamu harus menjaga dulu bunga itu. Lalu ingat-ingat sendiri akan memberikannya ke bu guru pas nanti masuk ke sekolah habis liburan panjang, bisa?"

Baca juga: Satu Juli

Dia mengangguk senang dengan yakin.
Sebenarnya yang jualan bunga tantenya juga yang lain, adikku. Jadi anggaplah aku belanja banyak bunga di toko adikku untuk hadiah orang-orang terdekat. Keponakan-keponakan kecilku dan bu gurunya.

Ketika seorang anak tulus ingin memberi hadiah ke gurunya sebagai tanda sayang apakah tidak boleh? Aku malah senang karena guru tersebut memberi kesan baik pada muridnya. Muridnya sampai ingin memberi hadiah bunga pada bu guru.

Aku ingat ketika beberapa waktu lalu mendapat kartu ucapan terima kasih yang dibuat oleh muridku menjelang berpisah untuk kenaikan kelas. Seorang guru akan sangat bahagia mendapat kenangan manis pemberian dari hati murid-muridnya.

Baca juga: Di Antara Juli

Setangkai bunga, kartu ucapan, atau karya-karya lain yang dibuat sendiri oleh muridnya sebagai kedekatan dengan gurunya. Biasanya anak-anak kecil memang sangat mudah tersentuh hatinya oleh kebaikan dan ketulusan guru mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan