Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Kompasianer 🌸

Menuju 2.000 artikel. Menulis sejak 1 Desember 2018. Semoga terselesaikan segera. Penulis puisi. Hanya saja akhir-akhir ini, kata-kata susah meluncur dari hatinya untuk menjadi puisi. #PuisiHatiAriBudiyanti

Selanjutnya

Tutup

Puisi

K-Rewards dan Karya Puisi

14 Januari 2022   17:01 Diperbarui: 15 Januari 2022   15:17 182 25 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Hai Diary
Kali ini aku ingin berpuisi
Dengan mengajakmu serta dalam setiap rasaku
Tentang keherananku pada sebuah realita baru

Aku ingin menuliskan dalam narasi
Namun moodku seolah terbang tinggi
Biarlah kulantunkan dalam larik ini
Tentang kebingunganku yang sedang di antara dua rasa hati

Kau tahu Diary
Ada kebijakan baru mulai Januari
Tentang perolehan K-Rewards di Kompasiana
Jumlah karya tak dilabel pilihan menjadi pertimbangan pada akhirnya

Katanya seluruh konten akan diperhitungkan
Jumlah pengunjung yang masuk hitungan masih dengan dasar yang sama
Katanya "uniq page views"
Yang pada akhirnya membuatku "confuse"

Ah bahasa apa itu di atas
Tahukah kalian apa yang kumaksud
Aku hanya hendak menertawai diri
Lalu selama ini bagaimana denganku

Juli 2021 adalah masa menguji nyali
Dalam satu bulan dengan 85 karya kutulis di akun Kompasianaku saja
Lalu berapa K-Rewards kudapati
Tak sampai 70.000 rupiah
Apakah aku berhenti berpuisi
Tentu tidak

September 2021 dengan 43 karya dalam satu bulan
Berapa K-Rewards kudapati
Nol rupiah
Iya itu nyata
Dan apakah aku juga berhenti berkarya di sini
Tidak
Kau tahu itu kan Diary

Lalu Desember 2021 berhasil merampungkan 75 tulisan dalam 1 bulan saja
Berapa K-Rewards kudapati
Tidak sampai 50 ribu rupiah
Sedih
Iya
Sangat
Namun apakah aku juga mengakhiri kisah menulisku di bulan Desember
Tidak

Telah melaju karyaku hingga menuju dua ribu
Kebijakan baru hadir dan nyata dalam K-Rewards dua ribu dua puluh dua
Aku hanya tertawa dalam hati
Lega
Iya
Namun biasa saja
Bahagia
Iya
Namun semangat menulisku masih sama

Mengapa aku harus ditentukan K-Rewards
Tanyaku pada diri
Biarlah puisi ini mewakili hati
Kapanpun aku ingin berhenti
Bila masanya tiba
Aku tetap akan berhenti

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan