Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Kompasianer 🌸

Menuju 2.000 artikel. Menulis sejak 1 Desember 2018. Semoga terselesaikan segera. Penulis puisi. Hanya saja akhir-akhir ini, kata-kata susah meluncur dari hatinya untuk menjadi puisi. #PuisiHatiAriBudiyanti

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Berdiri Tegak Bak Sebatang Pohon

26 November 2021   05:22 Diperbarui: 26 November 2021   05:23 149 28 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber foto by Ragu Theodolfi

Menatap langit yang belum memberikan cahaya yang penuh
Mentari masih engan bersinar bersembunyi di balik mega mendung
Aku teringat pada satu kenangan di sebuah masa-masa yang penuh
Tentang aneka berita yang tersiar

Ada rasa tak nyaman dan gundah
Namun menjalani profesiku harus tetap menunjukkan senyum ramah
Itu sungguh memepengaruhi anak-anak yang ada di hadapan
Betapa gurunya sangat mereka rindukan untuk menjadi teladan

Tak mudah memang tersenyum dan bernada suara riang
Namun itulah yang hampir setiap saat kulakukan
Saat mengajar di kelas berhadapan dengan murid-murid tersayang
Menanggalkan segala keresahan batin yang menghilangkan senang

Bak sebatang pohon besar yang siap menantang
Keberadaan panas terik mentari menggantang
Kenyataan dinginnya selimut hujan
Dan riuhnya suara angin yang terkadang menggugurkan daun

Semua dihadapi dalam tenang
Berdiri kokoh tak tergetarkan
Karena sebuah ketahanan
Yang membuatnya pantas dikenang

Seorang guru bak pohon yang tegak menaungi banyak kehidupan di sekitarnya

....
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
26 November 2021

51-1.867

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan