Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru

Mulai menulis di Kompasiana pada 1 Desember 2018. Tidak terasa sudah 3 tahun terlewati. Terima kasih untuk ucapan ulang tahun ketiga menulis di Kompasiana yang diberikan rekan-rekan pada puisi saya tanggal 1 Desember 2021 sebagai karya ke-1.784. Terus mencoba melaju setidaknya sampai karya ke 2.000. Semangati saya ya rekan-rekan Kompasiners. Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Meresah Rindu di Lubuk Hati

16 September 2021   20:27 Diperbarui: 16 September 2021   20:32 308 29 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber foto: pixabay.com via republika.co.id


Tengah malam tak jua datang
Tak terganti pula mendung di angkasa
Padahal aku sudah ingin segera memupuk asa
Dalam mimpi bertaburan bintang

Guntur menggelegar di sudut malam
Kilat membara di batas-batas langit
Seolah memberi kejutan pada hati yang tengah tenggelam
Dalam resah dan rindu yang beradu dengan sengit

Astaga sampai kapankah perasaan seperti ini menggebu
Mengapakah jua kembali tertipu
Oleh segala dustamu yang memberi pilu
Mengajariku betapa tak bisa menepikan rindu

Tengah malam tak kunjung jua menghampiri
Karena segala sayatan pada hati nan ingin mengakhiri
Segala kisah yang telah terlanjur terjalin dalam kenangan
Ingin kuhapus semua dari angan dan harapan

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
16 September 2021

Tulisan ke-17 bulan September di Kompasiana
Karya ke-1746 keseluruhan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan