Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ribuan Detik pada Dentang Waktu (Renungan Jelang Tahun Baru)

29 Desember 2020   06:44 Diperbarui: 29 Desember 2020   06:48 267 36 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ribuan Detik pada Dentang Waktu (Renungan Jelang Tahun Baru)
Sumber foto: m.dream.co.id


Aku menunggu hadirmu setelah ribuan detik
Menggantungkan tanya pada waktu yang tak kunjung memberi jawab
Apakah ada yang masih tertinggal di sudut hati membuatnya tertarik
Untuk tetap tinggal dan selamanya menetap

Tahun baru akan segera tiba
Dalam hitungan hari di hadapan
Namun mengapa masalah yang telah lama
Masih juga tinggal di sudut perjalanan

Seolah waktu hanya berisi memori
Yang tak ingin segera pergi
Bahkan rasa pahit yang memedihkan nurani
Mengapa tak mau jua berlalu meninggalkan diri

Aku ingin mentertawakan problematika
Yang masih jua setia mengiringi
Dalam jejak tapak langkahku di tahun yang berganti
Tetap saja selalu berada di ruang jiwa

Maka dalam rentangan ribuan detik yang telah kulewati
Aku hanya ingin setia pula
Mengisinya dengan harapan pasti
Tanpa memberi beban pada perjuangan penuh asa

Maka kawanku
Berjuanglah penuh semangat bersama sahabatmu
Dalam rengkuhan kasih pada kehidupan kita
Bahwa dalam ribuan detik berikutnya kita masih ada bersama

Untuk mentertawakan kepahitan
Untuk meninggalkan luka lama
Untuk menyambut gemilang masa depan
Dalam ribuan detik pada dentangan waktu berikutnya

..
Selamat jelang tahun baru 2021 untuk semua rekan Kompasianer dan pembaca setia
...

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
29 Desember 2020

Artikel ke 1239

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
29 Desember 2020