Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.780 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 24-04-2024 dengan 2.172 highlight, 17 headline, dan 106.868 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi 💖 Just love writing 💖

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Perjalanan yang Tak Terhentikan

12 Januari 2020   06:58 Diperbarui: 12 Januari 2020   06:52 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jakarta. Dokumen Pribadi. Photo by Ari

Aku tertunduk
kepalaku, mataku
semua menuju ke bumi
terkatup rapat menatap arah dasar bumi

ah di manakah dasar bumi sesungguhnya
hanya kata orang saja yang ku tahu

Benar
seluruh keberadaanku nampak seperti aku tertunduk dalam lesu

Namun...

Tahukah kau yang tak nampak di penghujung penglihatanmu kawan?

Hatiku
kau tak bisa melihat hatiku
yang menengadah sepenuhnya ke atas

Ke arah surga
yang dipercaya sebagai tempat keberadaan sang Mukhalis..

Yah
karena di situlah sumber kekuatanku
untuk ku lalui perjalananku
untuk kuteruskan langkahku
sehingga
meski dalam derak serak kakiku
namun aku tetap maju
Tak sedikit pun terhenti di perjalananku
yang untuk menetap

...

The joy of the Lord is my strength
...

Written by Ari Budiyanti

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun