Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, memdongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Cerpen | Menanti Fitri Bersama Bunga (Dahlia)

23 Mei 2019   19:42 Diperbarui: 23 Mei 2019   20:14 0 25 7 Mohon Tunggu...
Cerpen | Menanti Fitri Bersama Bunga (Dahlia)
Photo by Ari

"Lia.."

Panggil Fitri dari kejauhan. Dengan enggan, Dahlia menghentikan langkahnya. Dia sangat mengenali suara sahabat dekatnya sejak masa bayi. Hanya saja, entah mengapa, rasanya hari ini enggan sekali bertemu manusia. Bahkan sahabat sendiri. 

Iya sejak bayi mereka bersahabat, karena orang tua Dahlia dan Fitri juga bersahabat. Selain itu, rumah mereka bersebelahan. 

Sebentar saja Fitri sudah berada di sebelah Dahlia dengan wajah cerianya. 

"Kenapa lemas begitu?" Tanya Fitri terkejut melihat raut wajah sahabatnya. Karena memang dari tadi, Dahlia tidak menengok ke arahnya. Fitri hanya melihat Dahlia menghentikan menunggunya. Ada yang dipikirkan serius oleh Dahlia, pikir Fitri.

"Tak apa. Aku sedang tak ingin bercerita. Aku hanya ingin membenamkan sejenak kepalaku di tumpukan buku itu." Kata Dahlia sambil menunjuk perpustakaan yang sudah di depan mata. 

Photo by Ari. Dokumen pribadi
Photo by Ari. Dokumen pribadi
"Mau ikut?" Lanjutnya lagi dengan tak yakin, karena Fitri tidak terlalu suka membaca, dia sukanya bunga. Sementara Dahlia sukanya buku. Padahal Dahlia itu salah satu nama bunga. Tapi pemilik nama ini sama sekali tidak tertarik dengan bunga. 

Fitri berpikir sejenak, malas sekali menghabiskan pagi cerah ini di perpustakaan. Mendingan pergi ke taman bunga di seberang perpustakaan. Tapi melihat wajah Dahlia yang tidak bersemangat, membuat Fitri penasaran. Siapa tahu, nanti Dahlia mau curhat. Akhirnya dia mengangguk. 

"Iya aku ikut ya, mau coba cari buku tentang bunga brunai. Ada atau tidak ya di perpustakaan?". Jawaban Fitri membuat Dahlia terkejut, padahal dia berharap sobatnya ini menolak ajakannya. Tapi ya sudahlah.

Bunga Brunai. Euphorbia. Photo by Ari
Bunga Brunai. Euphorbia. Photo by Ari
Berdua mereka masuk ke perpustakaan yang masih sepi karena baru buka. Ada bu Wina, penjaga perpustakaan yang langsung menyambut ke dua sahabat itu. Bu Wina kenal dekat dengan pengunjung setia perpustakaan, Dahlia yang lebih sering datang sendiri ke perpustakaan. 

"Selamat pagi Dahlia dan Fitri. Senang melihat kalian berdua datang pagi ini. Pengunjung perpustakaan pertama." Sambut bu Wina.

Dahlia memberi senyuman yang dipaksakan dan menganggukan kepala. "Selamat pagi bu Wina." Sementara Fitri langsung mengajak ngobrol bu Wina, "Selamat pagi bu Wina, Apakah ada buku tentang tanaman bunga Euphorbia bu Wina, saya mau pinjam."

Dahlia, berbisik ke Fitri, "aku duduk di sana ya" sambil menunjuk sepasang bangku favorit di tepi jendela dengan pemandangan taman bunga di belakang perpustakaan. 

Fitri mengangguk. Lalu kembali bercakap-cakap dengan bu Wina. Sesaat mereka sudah berjalan mengelilingi beberapa rak buku untuk menemukan buku yang dicari Fitri. "Mau berkebun bunga brunai?" Tanya bu Wina pada Fitri. Menurutnya, ini kejutan karena Fitri mau datang ke perpustakaan apalagi sampai pinjam buku.

Foto dokumen pribadi. Photo by Ari
Foto dokumen pribadi. Photo by Ari
"Benar bu Wina. Baru dapat tanaman baru dari paman. Bunga brunai, kemarin sore. Biar berhasil, niatnya baca-baca nukunya dulu." Bu Wina mengangguk, lalu menunjukkan rak buku yang berisi beberapa buku koleksi hobi menanam aneka tanaman bunga. "Cari di sini ya, Ibu tinggal dulu ya Fitri." Lalu bu Wina pergi menuju meja kerjanya. "Terimakasih bu Wina" kata Fitri ramah.

Sebentar saja Fitri sudah duduk di depan Dahlia. Melihat sahabatnya sibuk menulis, Fitri diam saja, lalu berusaha menikmati buku tentang bunga Euphorbia. Tepatnya hanya menikmati foto-foto bunga di dalam buku dan membaca keterangan-keterangan singkat saja. 

Satu jam sudah mereka duduk di perpustakaan tanpa berbincang. Sesekali Fitri melirik Dahlia yang masih sibuk menulis di laptop merah  kesayangannya. 

"Fit, kamu bosan ya. Udah 1 jam di sini dan buku itu hanya dilihat gambar-gambarnya saja dari tadi." Fitri kaget, sahabatnya ini meski konsentrasi menulis, ternyata memperhatikannya juga. 

"Eh, aku baca koq, keterangan-keterangan gambarnya. Ini aku mau pinjam bukunya, ntar kubaca di rumah aja bacaan-bacaan panjangnya." Kata Fitri berusaha mengelak. "Yuk turun, kita ke taman bunga aja" kata Dahlia.

Asyik, batin Fitri. Meski sedang nampak tidak bersemangat, Dahlia masih memperhatikan kesenangan sahabatnya, Fitri. Mengunjungi taman bunga di belakang perpustakaan. Mereka berdua beranjak dari kursi depan jendela kaca. Setelah Dahlia, selesai membereskan laptopnya, dia menemani Fitri meminjam buku ke bu Wina. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3