Mohon tunggu...
Ari Anjarwati
Ari Anjarwati Mohon Tunggu... Mahasiswa - No matter how difficult things get, the sun will always rise again tomorrow

Mahasiswi Program Studi Sains Informasi Geografi Universitas Pendidikan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

KKN Tematik UPI 2021: Tingkat Literasi Digital Masyarakat Terkait Mitigasi Bencana Gempa Bumi

25 September 2021   23:00 Diperbarui: 25 September 2021   23:04 77 3 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
KKN Tematik UPI 2021: Tingkat Literasi Digital Masyarakat Terkait Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Pandemi Covid-19 masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir walaupun kini angka kasus aktif sudah semakin menurun khususnya di daerah Jawa Barat. Seluruh daerah di Jawa Barat saat ini berada di zona kuning atau risiko rendah, kendati begitu protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan ketat. 

Indonesia dihadapkan pada kenyataan tentang rendahnya perolehan skor tes PISA (Programme for International Student Asessment). Gambaran perolehan peringkat Indonesia dalam evaluasi PISA mengalami penurunan. 

Posisi Indonesia menurun di semua bidang yang diujikan. Berdasarkan laporan PISA akhir tahun 2019, skor membaca Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara, lalu skor matematika berada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains berada di peringkat 70 dari 78 negara.

Universitas Pendidikan Indonesia turut berkontribusi dalam menanggulangi rendahnya perolehan skor PISA Indonesia. Guna meningkatkan kualitas hidup, daya saing, dan pengembangan karakter bangsa, kompetensi abad ke-21 Kemendikbudristek menyelenggarakan Gerakan Literasi Nasional yang disinergikan dalam Praktik Kuliah Kerja Nyata Tematik. 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia dalam masa pandemi Covid-19 merumuskan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik dengan tema Mengembangkan Literasi (Literasi Baca dan Tulis, Numerasi, Sains, Digital, Finansial, Budaya dan Kewargaan) serta Rekognisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka - Pusat Prestasi Nasional berbasis daring. 

Gempa bumi merupakan guncangan atau getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi (sumber gempa bumi). Berdasarkan jenisnya, gempa bumi terdiri dari gempa bumi vulkanik, gempa bumi tektonik, gempa bumi proses lain, dan gempa bumi swarm. 

Alat untuk mengukur kekuatan gempa disebut seismograf. Kata mitigasi berasal dari bahasa Inggris, “mitigate” artinya mengurangi. 

Mitigasi bencana gempa bumi merupakan serangkaian tindakan antisipatif yang ditujukan untuk mengurangi hingga sekecil mungkin jumlah korban jiwa, harta benda, kerusakan lingkungan, gangguan kehidupan dan penghidupan manusia yang diakibatkan oleh kejadian bencana gempa bumi.

Sosialisasi gempa bumi melalui program literasi digital kepada kelompok masyarakat, yaitu Karang Taruna Unit 12 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan menggunakan Microsoft PowerPoint. Selain penyampaian materi terkait mitigasi bencana gempa bumi, dilaksanakan juga diskusi mengenai pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Media digital Google Form, Microsoft PowerPoint, dan Google Meet dapat digunakan sebagai alternatif dalam menghimpun data dan menyampaikan informasi setiap kegiatan dalam organisasi Karang Taruna selama masa pandemi Covid-19. Tingkat literasi digital masyarakat dapat diketahui dari hasil pre-test yang diberikan sebelum pematerian dan post test yang diberikan setelah pematerian. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar nilai post test lebih tinggi dibandingkan pre-test sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat literasi digital kelompok masyarakat Karang Taruna Unit 12 Kelurahan Dago cukup tinggi.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat literasi digital. Satu tahapan awal yakni akses terhadap teknologi sebagai salah satu hal yang paling krusial. Tanpa adanya akses, tentu tidak mungkin bagi individu dapat masuk/beralih menuju tahapan kemampuan literasi digital lainnya.  Pengukuran literasi digital harus dilakukan setiap tahun dengan metodologi yang konsisten agar bisa dilihat progress dan konsistensi datanya secara berkala dibarengi kemampuan mengidentifikasi hoaks yang perlu diperkuat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Ilmu Alam & Teknologi Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Teknologi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan