Mohon tunggu...
Bunda Aybad
Bunda Aybad Mohon Tunggu... Lainnya - emak yang gemar menulis

mulai suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Filosofi di Balik Anosmia (Part 2)

12 September 2021   09:42 Diperbarui: 13 September 2021   20:35 131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Anosmia memang bukanlah keadaan sakit yang berat dilihat secara fisik. Akan tetapi berubah menjadi vital ketika berhubungan dengan salah satu indera yang vital yaitu indera penciuman.

Ada satu cerita unik dari salah satu penyintas Covid-19 yang dilanda anosmia berkepanjangan. Secara cerita bisa dibilang lucu dan unik, tapi dilihat dari sisi kesehatan mungkin harus dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Penyintas Covid-19 yang sedang mengalami anosmia ini sangat suka dengan bau sampah yang busuk. Bahkan ada kalanya dia bertemu dengan truk sampah, dia harus berlama-lama mendekat dengan truk sampah ini. Bau sampah menurutnya bau yang wangi sekali.

Pasti yang mendengar atau membaca cerita ini akan bertanya-tanya. Bagaimana bisa bau sampah diubah oleh anosmia menjadi bau yang harum dan wangi?

Sampai saat ini saya juga belum melakukan pencarian riset apakah memang ada gejala seperti itu untuk anosmia unik satu ini. Perhatian utama saya saat ini lebih kepada hal yang lebih mendasar, sesuatu yang lebih esensi, bukan melihat fenomena ini secara realita.

Seperti tulisan saya sebelumnya dengan judul yang sama di Part 1, berada dalam kondisi anosmia ini seperti memiliki kelebihan dalam kekurangan.

Berada dalam kondisi membau sesuatu yang buruk atau busuk menjadi sesuatu yang wangi. Ibarat mata yang mengalami kebutaan, sang mata bisa melihat kefitrahan dalam sesuatu yang tidak bisa dilihatnya.

Esensinya adalah kita bisa melihat kelebihan dari kekurangan orang lain ataupun makhluk ciptaan Tuhan yang lain, lewat anosmia yang ditimpakan kepada kita.

Tak ada rasa benci atau berburuk sangka ataupun rasa penyakit hati yang lain. Anosmia memberikan jalan kita untuk kembali kepada fitrah manusia untuk berbuat baik dengan ikhlas.

Mungkin ini hikmah yang Tuhan coba berikan kepada kita di ujung usia Bumi ini. Mengingatkan kita untuk membersihkan hati dari begitu banyak kotoran penyakit hati. Mengingatkan kita untuk terus bertawakal dan ingat dengan siapa Pencipta kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun