Kandidat Pilihan

Sisi Lain Sandiaga Uno (Kesaksian Berdasarkan Pengalaman Pribadi)

10 Agustus 2018   21:55 Diperbarui: 10 Agustus 2018   22:14 1232 5 4

Jauh sebelum dideklarasikan sebagai calon wakil presiden, saya sempat intens bertemu dengan Sandiaga Uno. Kapan itu? Sudah cukup lama. Bahkan sebelum hingar bingar kehebohan pilkada DKI, dimana Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno akhirnya terpilih. Ya, kurang lebih sekitar tahun 2014 -- 2015.

Periode itu, tim basket kantor saya, rutin latihan di Lapangan ABC Komplek Gelora Bung Karno (GBK). Lapangan ABC terdiri dari 3 lapangan. Suatu kali, kami berlatih di lapangan sebelah kanan. Sementara di lapangan sebelahnya, juga sedang dipakai latihan oleh tim basket yang terdiri dari pria-pria berumur sekitar 40 -- 50 an. 

Ketika kami break dan asik ngobrol sambil minum, datang seorang pria dari lapangan sebelah menghampiri kami, "eh, kalian sudah selesai latihan? Ayo kita sparing! (latih tanding-red)", ajaknya. Kamipun bersedia. Sparing-lah kami dengan tim basket om-om itu. Tidak sekali itu saja. Hari-hari selanjutnya, setiap jadwal kami bersamaan, kami selalu sparing di sesi akhir latihan. Dan, dalam tim om-om itu ternyata ada Sandiaga Uno, yang biasanya bermain di posisi shooting guard.

Awalnya, saya dan anggota tim lainnya tidak menyadari kalau pada tim lawan sparing kami itu ada Sandiaga Uno. Walaupun selama game, teman-teman satu timnya sering memanggil-manggil, "San! San!" Tapi kami tetap tidak menyadari. Kenapa? Pertama, karena saat itu dia memang belum seterkenal sekarang. Relatif belum banyak ekspose media tentang dia. 

Belum banyak foto maupun video dia beredar di dunia maya. Kedua, saat bermain, dia selalu memakai kaca mata sports berwarna biru gelap, sehingga sari wajahnya agak tersamarkan. Makanya kami tidak mengenali. Namun, setelah beberapa kali sparing, akhirnya salah seorang anggota tim kami ada yang mengenali. "Eh, kalian sadar gak sih, yang selalu pakai kaca mata itu kan Sandiaga Uno," pengusaha sukses itu, loh", jelasnya. Sejak itulah kami tahu, bahwa kami sparing melawan tim Sandiaga Uno.

Selama sering latih tanding rentang 2014 -- 2015 itu lah saya sempat berinteraksi dengan Sandiaga Uno dan bisa sedikit mengenali bagaimana karakter dan kepribadiannya. Dan, ini beberapa kesan saya tentang dia.

Sporty

Sandiaga Uno benar-benar penggemar olahraga. Selain suka basket, dia terkenal suka jogging. Banyak liputan media tentang kebiasaan dia yang suka berlari dari rumah menuju kantor. Dan itu benar adanya. Setiap latihan basket di ABC itu pun, dia selalu datang dengan berlari dari rumah atau kantornya, dan ketika selesai latihan baru dijemput oleh sopirnya.

Suatu ketika, dia tidak hadir dalam game sparing kami. Pada latihan berikutnya saya bertanya, "Bang Sandy, minggu lalu kemana? Kok gak ikut latihan?" "Gue ikut Boston Marathon" jawabnya sambil nyengir. Sebagai informasi, Boston Maraton adalah salah satu lomba lari jarak jauh tertua dan terbesar di dunia. Dan ternyata, Sandiaga Uno hampir tiap tahun ikut perlombaan itu. Luar biasa, di usianya yang 7 tahun lebih tua daripada saya, masih sanggup menyelesaikan lomba marathon 42 km.

Dia juga penggemar renang. Beberapa waktu lalu, sempat viral di media dia berlomba dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyeberangi Danau Sunter. Dia berenang, sementara Bu Susi mendayung kano. Mampu berenang menyeberangi Danau Sunter ujung ke ujung membuktikan bahwa dia memiliki kemampuan berenang yang tidak biasa.

Bagaimana dengan permainan basketnya? Saya kebetulan bermain pada posisi yang sama dengan dia, sebagai Guard. Otomatis, dalam game sparing, saya sering head to head melawan dia. Jika dia menyerang, saya yang menjaga dia, dan sebaliknya, jika saya yang menyerang, dia yang menjaga saya. Meskipun saya lebih muda 7 tahun dari dia, harus saya akui masih cukup kesulitan menjaga pergerakan dia. 

Gerakannya masih sangat gesit dan bertenaga. Physical agilitynya masih luar biasa untuk ukuran pria menjelang 50. Mungkin ini efek dari berbagai jenis olahraga yang masih rutin dia lakukan itu. Secara teknis? Dia seorang sharp shooter. Sebagai seorang shooting guard dia pintar mencari posisi untuk bisa melakukan open shoot. Baik dari garis tembakan tiga angka maupun di sekitar paint area. Tembakannya akurat. He is a very good shooter.

Fisik Sempurna

Soal tampang, tidak usah dibahas lah, ya. Bisa dipastikan keseluruhan kaum Ibu akan bilang Sandiaga Uno pria ganteng. Yang mau saya soroti adalah, mengenai proporsi tubuhnya yang sempurna. Ramping, nyaris tanpa lemak. Keranjingan olahraga membuat tinggi dan berat badannya sangat proporsional. Ditambah kulitnya yang putih, tidak diragukan, dia sangat-sangat good looking.

Suka Bercanda

Meski seorang pengusaha sukses, yang tentunya berada pada strata ekonomi tinggi, bahkan tergolong konglomerat, ternyata tidak membuat dia enggan bercanda dengan kami-kami yang PNS, ini. Suatu ketika, di sela-sela sparing, dia melihat seragam kami di bagian dadanya ada tulisan PBLK. "Ini tim kalian namanya PBLK, kepanjangannya apa?" Persatuan Basket Laki-Laki, ya?" candanya bermaksud meledek nama tim kami.. hehehe. Padahal kepanjangan sebenarnya adalah Persatuan Basket Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pada kesempatan lain, sesaat sebelum sparing dimulai, dia kembali melontarkan candaan, "awas ya, kalau gue kalah, kalian semua gue laporin ke Bu Siti (Siti Nurbaya, Menteri LHK-Red)". Sebagai sesama politisi, dia tentunya memang kenal dengan Menteri LHK, Siti Nurbaya.

Kesempatan lain lagi, saya latihan menggunakan jersey Pelita Jaya. Dia pun nyeletuk ke teman-temannya, "guys, maen yang serius, lawan kita berat, nih, ada pemain Pelita Jaya, tuh" katanya sambil menunjuk ke arah saya...hahaha.

Begitulah sekelumit kesaksian saya tentang, Sandiaga Uno. Sekian lama sering ketemu dia, tidak sekalipun kami berfoto dengan dia dan teman-temannya itu. Gak nyangka, tak lama setelah itu dia jadi wagub DKI, dan sekarang bahkan jadi calon wakil presiden, dan siapa tahu nanti benar-benar menang pemilu dan jadi wakil presiden. Nyesal juga jadinya... hahahaha.