Mohon tunggu...
Mbah Ukik
Mbah Ukik Mohon Tunggu... Jalma desa saba wana.

Wong desa.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Antara Liverpool dan Nasi Bhuk Madura

16 September 2019   13:56 Diperbarui: 16 September 2019   19:25 0 31 13 Mohon Tunggu...
Antara Liverpool dan Nasi Bhuk Madura
Dokpri

Apa hubungannya Liverpool, klub sepak bola di Inggris dengan orang Madura. Jelas tidak ada sangkut pautnya. Orang Liverpool, pendukung, pemain, pelatih, dan official Liverpool pun tak mungkin mengenal tentang Madura yang merupakan bagian kecil dari Indonesia. Kalau toh mengetahui paling hanya sepintas. Tetapi orang Madura tentu mengenal Inggris. Apalagi penggila sepak bola pasti mengenal Liverpool karena lebih dari 20 tahun liga Inggris atau EPL menguasai siaran langsung sepak bola di TV. Menjadi pendukung fanatik dan menyanyikan You'll never walk alone bukanlah hal yang aneh.

Tetapi apa hubungannya Liverpool dengan masakan Madura?

Minggu lalu, selepas gowes putar-putar pinggiran kota saja penulis mampir di sebuah lapak K5 di daerah perumahan sulfat. Di daerah sini memang ada puluhan lapak makanan dan minuman, buah-buahan, sepatu, dan pakaian. Makanan dan minuman mulai dari pecel, pangsit, rawon, soto, es doger, es degan, nasi krawu, nasi jagung, hamburger (walau dibilang haram), cheseburger, dan tetek bengek lha ....

Kali ini, saya tertarik untuk menikmati masakan atau kuliner khas Madura yakni nasi bhuk. Disebut nasi bhuk karena penjualnya kebanyakan memang kaum ibu atau wanita. Ketertarikan ini bukan karena yang berjualan seorang wanita single parent (kata penjual es doger di sebelahnya begitu) yang semlohai. Tetapi sekali waktu mencoba masakan tanpa sayur segar yang merupakan makanan wajib penulis yang setengah vegetarian ini. Bhuk sendiri berasal dari bahasa Madura yang artinya ibu.

Dokpri
Dokpri

Dokpri
Dokpri

Dokpri
Dokpri
Nasi bhuk menunya berupa nasi putih, opor sayur rebung (tunas muda bambu) dengan tahu, tempe, dan telur, srundeng dan krupuk sebagai pelengkap. Jika ingin memanjakan lidah bisa ditambah dengan gorengan jerohan seperti hati, empal, usus, babat, atau paru. Tergantung selera. Satu bungkus nasi bhuk tanpa tambahan harganya cukup murah. Hanya 8.000 rupiah.

Jika tambah satu lauk di atas tambah 4.000 rupiah. Plus satu gelas teh hangat 3.000 rupiah. Jadi dengan 15.000 rupiah sudah cukup kenyang dan bergizi. Kalau mau menghabiskan 20.000 rupiah bisa ambil satu lauk lagi plus sebuah krupuk. Nikmat kan? Asyiiiik....

Nasi bhuk di lapak ini boleh dikatakan laris, karena buka jam delapan pagi jam sebelas sudah habis. Pembelinya bukan hanya para pejalan kaki, warga komplek Perumahan Sulfat atau mereka yang sedang istirahat di Taman Sulfat yang rindang. Ada juga pembeli dari tempat yang jauh karena lapak kuliner nasi bhuk ini juga melayani pesanan lewat gofood seperti yang tertulis di gerobaknya.

Sambil menunggu pesanan, saya jeprat-jepret sajian nasi bhuk dan kecekatan pedagangnya dalam menyajikan dan membungkus, tampak sebuah tulisan di bagian atas gerobak yang tertulis This is Oges Bhuk. Bahasa prokem lain lagi, campuran bahasa Inggris, Arema, dan Madura. This is: Inggris. Oges: sego bahasa prokem Ngalam atau Arema, dan Madura: bhuk. Ini nasi bhuk. Di bawahnya tertempel stiker lusuh lambang Liverpool dan sebuah tulisan yang amat menarik: You'll Never Bhuk Alone.

Setiap pedagang tentu punya trik sendiri sebagai brand yang menarik pembeli. Masakan yang lezat dan penampilan penjual dan penyaji yang menarik serta tempat yang bersih adalah keharusan. Tak boleh dilupakan brand khusus yang berbeda dengan yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x