Mohon tunggu...
Mbah Ukik
Mbah Ukik Mohon Tunggu... Tukang Serabutan

Jajah desa milang kori.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Bagi Siswa Membaca Itu Kebutuhan atau Tugas?

23 Mei 2019   21:44 Diperbarui: 28 Mei 2019   21:58 0 43 26 Mohon Tunggu...
Bagi Siswa Membaca Itu Kebutuhan atau Tugas?
Pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta memilih buku-buku koleksi perpustakaan tersebut, Jumat (21/8/2015). Pengunjung perpustakaan masih belum banyak. (HARIAN KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)

Membaca merupakan kegiatan untuk memperoleh pengetahuan atau informasi yang terdapat dalam sebuah buku, bahkan ada yang mengatakan bahwa melalui buku kita dapat mengetahui isi seluruh dunia. 

Sering kali kita membaca slogan bahwa "Buku Adalah Jendela Dunia" yang banyak terpajang di perpustakaan atau sekolah-sekolah untuk member penenkan tentang arti penting membaca. 

Anggapan tersebut memang benar adanya karena dengan membaca buku tidak hanya dapat meningkatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, tapi juga dapat digunakan sebagai sarana rekreatif. 

Misalnya saja dengan membaca novel atau komik yang dapat membawa kita terhanyut dalam alur cerita yang menyenangkan atau bahkan menyedihkan. Tapi bagaimana pada era digital saat ini? Apakah budaya membaca buku masih berjalan dengan baik? Atau justru mengalami penurun, bahkan sangat rendah di kalangan remaja, karena digantikan dengan gadget?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh CCSU (Central Connecticut State University) tahun 2016 yang dimuat dalam harian detik.com pada tanggal 5 Januari 2019 minat baca di Indonesia berada pada urutan ke-2 dari bawah dari 61 negara. 

Ilustrasi: [ara siswa membaca di perpustakaan sekolah (Foto:Dok. Pribadi)
Ilustrasi: [ara siswa membaca di perpustakaan sekolah (Foto:Dok. Pribadi)
Data tersebut berbanding terbalik dengan jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia.  Dari harian Sindo yang terbit tanggal 15 Maret 2019 dengan judul "Perpustakaan Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia" menyatakan bahwa jumlah perpustakaan di Indonesia mencapai 164.610 buah yang menempatkan Indonesia pada urutan kedua setelah India.

Dari pemaparan data di atas kita dapat mengetahui bahwa budaya membaca yang ada di Indonesia tergolong masih rendah terutama pada kalangan remaja khususnya siswa SMA. 

Kebanyakan siswa SMA merasa terpaksa saat mereka diberikan tugas untuk membaca buku dengan berbagai alasan, ada yang mengatakan bahwa membaca buku merupakan kegiatan yang membosankan. Mungkin hanya beberapa persen remaja yang masih suka membaca buku mengenai ilmu pengetahuan yang dapat memperkaya wawasan mereka. 

Kebanyakan para remaja lebih suka membaca bacaan yang sifatnya menghibur, seperti komik, novel, dan majalah yang menurut anggapan mereka lebih menyenangkan daripada harus membaca buku pelajaran yang membosankan. Salah satu contohnya siswa yang berada di SMAS Katolik Cor Jesu. Saat mereka ditanya buku apa yang menarik menurut kalian, maka mereka dengan serempak akan menjawab "novel". Tetapi ini lebih baik dari pada seseorang tidak mempunyai minat baca sama sekali.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa di SMAS Katolik Cor Jesu memiliki minat baca yang tergolong masih rendah menurut mereka, sudah sangat membosankan apabila harus membaca lagi buku pelajaran atau buku ilmu pengetahuan padahal sudah setiap hari mereka memperoleh pelajaran tersebut. Sehingga saat berkunjung ke perpustakaan mereka lebih memilih membaca majalah, buku inspirasi atau novel.  

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi
Selain itu seiring dengan kemajuan teknologi saat ini juga menyebabkan para remaja cenderung menyukai hal-hal yang berhubungan dengan media social, permainan berbasis online serta lebih nyaman mencari informasi lewat penggunaan mbah google (sebutan yang sering digunakan anak-anak untuk menyebut browser Google) yang lebih cepat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2