Mohon tunggu...
Ardy Firmansyah
Ardy Firmansyah Mohon Tunggu... Freelancer - Mencari candu yang baru | Surat-surat Nihilisme

Lagi belajar nulis di Kompasiana~

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Banyak Pasien "Dicovidkan" oleh Rumah Sakit, Yakin?

22 Juli 2021   22:00 Diperbarui: 22 Juli 2021   23:04 333 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Banyak Pasien "Dicovidkan" oleh Rumah Sakit, Yakin?
Pemakaman jenazah covid-19 | Sumber Antara Foto/Muhammad Adimaja melalui Kompas.com

Sumpah aku kesal banget ya dengan kata "dicovidkan" ! Terutama jika ucapan itu keluar dari orang-orang yang tidak percaya covid-19.

Padahal buktinya sudah ada banyak. Pemakaman meningkat, Ambulan wiu-wiu terus. IGD Rumah sakit full. Oksigen di mana-mana habis. Pembuatan peti mati semakin bertambah banyak, tukang gali kubur tidak kunjung libur.

"Laiya, tapi pasti ada beberapa yang dicovidkan oleh rumah sakit,biar mereka dapet cuan! Busuk emang busuk, permainan belaka ini, demi keuntungan rumah sakit." Ucap seseorang yang ucapannya aku reka sendiri dengan imajinasiku.

Seakan covid ini adalah kata "negatif" (ya memang karena penyakit, umumnya diasosiasikan dengan negatif). Tapi coba kita pakai prinsip yang sama ini pada istilah dari penyakit lain.

Misalnya stroke.

Wah, saudara saya "di-stroke-kan" oleh rumah sakit. Politik ini, agar rumah sakit dapat cuan! Jangan ke rumah sakit. Bahaya! Apalagi kerabat saya pake BPJS, pasti rumah sakit pengen dapet cuan banyak dari program negara ini!

Apalagi ya, misalnya DB (Demam Berdarah).

Wah, saudara saya "di-DB-kan" oleh rumah sakit. Politik ini, agar rumah sakit dapat cuan! Jangan ke rumah sakit. Bahaya! Apalagi kerabat saya pake BPJS, pasti rumah sakit pengen dapet cuan banyak dari program negara ini!

Terakhir dah, misal Tipes

Wah, saudara saya "di-Tipes-kan" oleh rumah sakit. Politik ini, agar rumah sakit dapat cuan! Jangan ke rumah sakit. Bahaya! Apalagi kerabat saya pake BPJS, pasti rumah sakit pengen dapet cuan banyak dari program negara ini!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x