Mohon tunggu...
Ardy Dinoda
Ardy Dinoda Mohon Tunggu... Mencari candu yang baru | Surat-surat Nihilisme

Lagi belajar nulis di Kompasiana~

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Roda Kehidupan

2 April 2021   18:53 Diperbarui: 2 April 2021   18:58 41 4 0 Mohon Tunggu...

Saya tidak tahu mau nulis apa kali ini. Jadi saya ingin curhat saja

Tanggal 31 januari 21.33, Ibu mengeluh pusing dan hampir terjatuh ketika keluar dari kamar mandi.
Beliau berteriak meminta tolong.

Saya yang masih dalam kondisi setengah tidur lalu segera bangun dan menuju kamar mandi.
Ketika saya memegang kepala dan badannya, ibu sudah sempoyongan, lalu terjatuh dengan kedua tangan memegang kepala.

Ibu saya tidak sadarkan diri.

Saya shock. Sesak. Dan saya menangis.

Saya keluar rumah berteriak, Tolong! Sampai tetangga datang ke rumah dan membantu saya yang sedang shock.
Singkatnya ibu saya koma dengan tensi darah sekitar 207, dan dibawa oleh ambulance untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pembuluh darah di otak ibu pecah.

Sepanjang empat hari, rasa cemas dan khawatir memenuhi dada saya, ibu tidak kunjung sadarkan diri. Kondisinya tidak stabil. Bahkan diprediksi oleh dokter jika dilihat dari CT scan dan penelitian-penelitian di dunia. (bukan diagnosa) umurnya tidak panjang lagi hanya kurang satu bulan. Saya hanya menangis kemudian berharap, menangis dan berharap. Apalagi yang harus saya lakukan?.

Syukur saja ibu saya sadarkan diri. dan didiagnosa stroke perdarahan, dengan gejala halusinasi dan gangguan memori dan dirawat di rumah sakit selama 16 hari, suka bercampur duka. Meski dengan kondisi seperti itu, ibu hidup saja sudah menjadi suatu keberkahan yang sangat luar biasa.

Saya sarjana psikologi dan saat ini saya masih berwirausaha sebagai reseller keripik singkong khas sumenep, belum mendapatkan pekerjaan tetap. Melamar pekerjaan. Interview berkali-kali, dan belum diterima sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan.

Namun jika saya bermain dan mencari pemaknaan hidup, mungkin saya belum diterima kerja karena nanti di masa depan akan ada peristiwa seperti ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN