Mohon tunggu...
Ardy Firmansyah
Ardy Firmansyah Mohon Tunggu... Pemikir Bukan Praktisi

Ide, naif dan polos. Lagi belajar nulis di Kompasiana | Psikologi

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Derita Sarjana yang Tidak Kompeten

11 Februari 2020   14:13 Diperbarui: 12 Februari 2020   05:21 983 15 5 Mohon Tunggu...
Derita Sarjana yang Tidak Kompeten
Ilustrasi dari washingtonpost.com

"Nanti di tunggu ya kabarnya dua minggu lagi dari kami terkait proses seleksi ini".

"Terima kasih, Pak" lalu berjabat tangan.

Begitulah rutinitas interview yang sering mereka lakukan. Mereka (para sarjana) yang sering mendapatkan kesempatan ini, tidak bosan-bosannya mendengar hal tersebut.

Ada perusahaan yang mengabari, "Anda Lolos ke tahap selanjutnya." atau "Anda diterima sebagai karyawan perusahaan ini, silahkan untuk memberikan konfirmasi...." Harapnya sih gitu, tapi nyatanya tidak.

Ada yang perusahaan mengabari "Maaf anda tidak lolos", ada juga perusahaan yang tidak memberikan kabar sama sekali.

Para sarjana yang baru lulus dari studinya ini selalu mencari pekerjaan baik dari akun lowongan kerja di media sosial, job fair, maupun teman-teman di sekitarnya yang sudah bekerja. Tapi tidak jarang mereka gundah gulana akan nasib dan masa depan mereka setelah berkuliah.

Mereka bingung, rutinitas selanjutnya gimana, ya? Bosan dengan kegiatan sehari-hari yang mereka habiskan mungkin dengan melamar kerja secara online dan menunggu kabar atau undangan interview dari perusahaan. 

Banyak pertimbangan dari perusahaan untuk menyeleksi para calon karyawan, mulai dari seleksi berkas dan administrasi, tes psikologi, wawancara, dan lain sebagainya. Tapi yang mungkin perlu diketahui adalah, perusahaan mungkin hanya mencari dan menerima satu calon karyawan di setiap bidang atau jabatan.

"Satu? Kenapa cuma satu?" mungkin itu selalu terbisik di hati para pencari kerja yang kebanyakan sarjana ini. Karena setiap perusahaan bisa mendapatkan banyak surat lamaran yang masuk dalam email bahkan bisa ribuan dan yang diterima pasti yang terbaik serta sesuai dengan kriteria perusahaan.

"Tenang, Perusahaan Lain Masih Ada."

Iya benar masih ada dan banyak, tapi para sarjana yang selalu ragu akan kemampuannya dan mengetahui bahwa setiap perusahaan mungkin hanya bisa menerima satu karyawan saja, langsung jlebb.

"Ngapain aku melamar sebanyak ini kalau yang diterima cuma satu?" "Aku juga harus berkompetisi dengan banyak orang?" "Mereka mungkin saja lebih baik dariku?".

Benar para sarjana yang seperti ini, sudah banyak sekali melamar, melakukan interview tapi belum mendapatkan pekerjaan, mereka menderita karena merasa dirinya tidak kompeten.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN