Mohon tunggu...
Ardi Yansyah
Ardi Yansyah Mohon Tunggu...

Menggali nalar mengasah pikiran | Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Awal Sebab Berdirinya Negara Israel

10 September 2014   20:56 Diperbarui: 18 Juni 2015   01:05 0 0 2 Mohon Tunggu...
Awal Sebab Berdirinya Negara Israel
14103316701674193431

Mungkin kita sudah ketahui bahwa Palestina sampai sekarang belum bisa menikmati kemerdekaan seperti negara-negara yang lain. Teror yang dilakukan oleh Zionis Yahudi tiada hentinya terhadap penduduk Palestina. Sejak berdirinya negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948, umat Islam mengalami banyak kerugian. Sudah ribuan nyawa melayang ditangan Zionis demi ambisinya untuk mendirikan negara Israel. Ditambah lagi berdirinya negara Israel didukung oleh Amerika yang menganggap dirinya sebagai negara Super Power. Sudah banyak upaya yang dilakukan agar terciptanya kedamaian diantara kedua kelompok, tapi sayang usaha itu menjadi sia-sia. Kubu dari Israel selalu melanggar perjanjian, ditambah kubu dari Islam yang menolak perjanjian dengan Israel dengan alasan bahwa mereka mengambil tanah air umat Islam maka seharusnya kita melawan bukan berdamai dengan mereka. Bahkan bapak proklamator kita Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa Indonesia tidak akan pernah mengakui kedaulatan negara Israel selama mereka masih menjajah negeri Palestina. Ini sesuai dengan pembukaan UUD 45 yang isinya, “Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.”

Karen Armastrong dalam bukunya Perang Suci berpendapat bahwa konflik yang dialami bangsa Palestina tidak lain ialah akibat perang salib. Perang salib telah membuat wajah Timur Tengah dipenuhi konflik. Terusir, terbunuh, terasingnya kaum Yahudi di Eropa membuat pemikiran ekstrim, yaitu mendirikan negara Israel agar kaum Yahudi tidak mengalami penindasan yang selama ini dilakukan oleh tentara salib. Adapun pembunuhan yang dilakukan oleh tentara salib terhadap umat Yahudi akan kita bahas.

Penaklukan Islam Atas Andalusia (Spanyol)

Islam masuk ke Spanyol pada tanggal 1 Ramadan 91 H, bertepatan dengan tahun 710 M melalui Ceuta Maroko, yang dipimpin oleh Tharif Bin Malik untuk melihat situasi disana. Adapun penyebutan Andalusia karena ketika umat Islam datang, penghuni Spanyol pada waktu itu ialah dari suku Vandal, sehinga Islam menyebut Spanyol dengan Andalusia sesuai dengan dialek Arab.

Awal Islam masuk ke Spanyol ialah ketika kerajaan Spanyol mengalami konflik internal, yang mana raja Roderick dari kerajaan Visigoth memperkosa anak perempuan Julian dan memecat Witiza dari jabatan Gubernur tanpa alasan yang jelas. Lantas Julian meminta bantuan kepada Musa Bin Nusair Gubernur Afrika untuk memerangi raja Roderick. Musa menyetujui, bahkan Julian mempersediakan kapal laut untuk kendaraan pasukan kaum muslimin dalam melintasi Maroko ke Spanyol. Maka setelah Tharif mendarat disusul oleh Thariq Bin Ziyad dan Musa Bin Nusair mereka melanjutkan penaklukan atas setiap daerah di Spanyol. Thariq berhasil membunuh Roderick, maka setelah dia terbunuh berakhirlah kerajaan Visigoth di bumi Spanyol. Yang unik dari hal ini ialah umat Islam tidak sulit untuk menaklukkan Spanyol, para penduduk Spanyol yang terdiri dari Kristen dan Yahudi tidak menghalangi umat Islam menaklukkan negeri mereka, bahkan mereka kerap membantu umat Islam dalam penaklukkan kota melawan kerajaan Visigoth yang dipimpin oleh Roderick. Alasan mereka membantu umat Islam ialah karena perilaku raja Roderick yang semena-mena dengan menarik pajak terlalu tinggi kepada rakyat miskin, hukum tidak berlaku bagi kalangan atas dan lain-lain. Sehingga umat Kristen dan Yahudi merindukan keadilan dan mereka percaya bahwa keadilan itu datang bersamaan kaum muslimin menaklukkan negeri Andalusia. Bahkan penulis sejarah bangsa Yahudi yang beranama Sachar menulis yang saya kutip dari buku Sejarah Politik Islam karangan Prof. Dr. Didin Saefuddin Buchori mengatakan:

“Bagi golongan Yahudi Spanyol datangnya orang Islam merupakan anugerah Tuhan”

Umat Islam hidup berdampingan dengan umat Kristen dan Yahudi kemudian bekerja sama untuk membuat peradaban keilmuan yang tinggi. Umat Kristen dan Yahudi dianggap sama hak dan statusnya di negeri Spanyol. Mereka bebas menjalankan ibadah tanpa diganggu sedikitpun. Tiga agama hidup damai tanpa ada rasa curiga dan konflik. Hams seorang sejarawan Inggris yang lama tinggal di Spanyol mengatakan dalam bukunnya Spanish People:

“Berdampingan dengan penguasa baru (kekuasaan Islam), orang-orang Kristen dan Yahudi hidup dengan damai. Kaum Yahudi, yang menjadi kaya karena perniagaan dan industri, merasa aman dan dapat melupakan penindasan oleh orang-orang Gith yang ditunggangi para Pastur, sebab pencipta utama dari penganiayaan itu telah lenyap. Kaum Yahudi dan Kristen adalah kelompok yang terpelajar dalam semua bidang seni dan ilmu pengetahuan, berbudaya dan sangat toleran. Mereka diperlakukan dengan hormat oleh orang-orang Moor (sebutan bagi orang Islam). Mereka juga berkembangbiak dengan cepat di seluruh Spanyol. Kelompok ini punya alasan untuk berterimakasih pada penguasa baru mereka atas suatu zaman kemakmuran, yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya.” (Dikutip oleh: Hj. Irena Handono, Menyingkap Fitnah dan Teror).

Kedamaian tersebut rusak ketika Islam kalah perang dengan pasukan Salib. Satu persatu kerajaan Islam di Spanyol berhasil ditaklukkan oleh tentara Salib. Kerajaan Bani Ahmar yang dipimpin oleh raja Nashir di benteng Alhambra Granada, ialah kerajaan Islam yang terakhir di Spanyol.

Pada tahun 1389 di Praha, 3000 orang Yahudi dibantai. Pada tahun 1391 Yahudi di Seville dibunuh. Pembunuhan ini dipimpin oleh kardinal Martinez. Sebanyak 4.000 orang dihabisi dan 25.000 dijual sebagai budak. Identitas mereka sangat mudah dikenali karena semua Yahudi diatas usia 10 tahun dipaksa menggunakan “badge memalukan” yang berwarna cerah”. Pada tahun 1492, pada saat Colombus berlayar untuk menaklukkan “Dunia Baru”, lebih dari 150.000 Yahudi di usir dari Spanyol, banyak yang tewas dalam perjalanan. Tahun 1568 lembaga Inkuisis Spanyol memerintahkan pemusnahan 3 juta pemberontak di Belanda dan Spanyol. Ribuan orang dibantai. (Hj. Irena Handono, Menyingkap Fitnah dan Teror).

Penaklukkan umat Kristen atas Yerusalem

Kota Yerusalem mulai ditaklukkan oleh umat Islam pada tahun 15 H/636 M, ketika Umar Bin Khatab menjadi Khalifah. Penaklukkan Yerusalem diprakarsai oleh kepungan Amr Bin Ash kemudian Amr meminta Umar sendiri yang memasuki kota tersebut. Maka Umar menerima kunci Yerusalem dan melihat penduduknya, kemudian Umar membuat perjanjian bahwa setiap darah warga Negara Yerusalem dilindungi, gereja dan salib tidak akan dihancurkan. Ketika masuk waktu salat zuhur, Umar meminta izin untuk melaksanakan salat, maka Uskup Shopronius mempersilahkan  Umar untuk Salat di Gereja The Holy Sepulchre/Gereja Makam Suci. Umar menolak dengan keras karena dikhawatirkan umat Islam akan menaklukkan Gereja tersebut dengan alasan bahwa Umar salat di sini.

Kaum Yahudi, Kristen dan Islam hidup dengan damai di Palestina, di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang dipimpin oleh Umar. Ketiga agama tersebut hidup rukun tanpa saling curiga dan tanpa ada rasa iri dan dengki. Mereka bersama-sama membangun peradaban yang mengasaskan toleransi terhadap umat beragama.

Tetapi perdamaian itu berakhir ketika Paus Urbanus II mengumumkan perang salib pada tahun 1095, yang mana Paus membuat dekrit untuk membebaskan kota Yerusalem dari tangan kaum sarassin (sebutan orang Islam). Maka dimulailah ekspedisi tentara salib yang tergabung dari beberapa negara untuk mengembalikan Yerusalem kepangkuan mereka.

Pada tanggal 15 Juli 1099 pasukan salib berhasil menaklukkan Yerusalem. Lebih dari 60.000 orang dibantai terdiri atas orang-orang Yahudi, Muslim, laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Salah satu saksi mata mengatakan: “Genangan darah manusia di depan kuil Solomon setinggi pergelangan kaki.” (Hj. Irena Handono, Menyingkap Fitnah dan Teror).

Uskup Tyre, saksi mata, telah menulis:

“Adalah mustahil untuk melihat jumlah pembunuhan tanpa dihinggapi rasa horor. Dimana-mana terdapat potongan-potongan tubuh manusia dan tanah sudah tertutup oleh darah mereka yang terbunuh. Itu bukan satu-satunya pertunjukkan dimana tubuh tanpa kepala, tubuh yang telah termutilasi berhamburan kesemua arah membangkitkan ketakutan yang luar biasa bagi siapapun yang melihatnya. Yang lebih menyeramkan adalah ketika melihat mereka para pembantai itu sendiri, penuh dengan darah yang menetes di seluruh tubuh dari kepala hingga kaki, pemandangan yang mengerikan bagi siapa saja yang berpapasan dengannya. Dilaporkan bahwa di pagar kuil Solomon saja sekitar 10.000 orang terbunuh.” (Dikutip oleh: Hj. Irena Handono, Menyikap Fitnah dan Teror).

Karen armstrong dalam bukunya Perang Suci mengatakan, bahwa genangan darah di Yerusalem mencapai setinggi lutut kuda dan menimbulkan aroma yang busuk, sehingga tersebarlah wabah penyakit yang menyebabkan banyak tentara salib terserang penyakit hingga kematian.

Genangan darah di Yerusalem bukan lain ialah darah dari umat Islam dan umat Yahudi yang dibantai dengan sadis tanpa mengenal rasa bersalah. Dalam film The Kingdom Of Heaven, salah satu Pastur mengatakan di jalan bahwa Paus mengatakan membunuh kaum bidat (yaitu umat selain Kristen) itu tidak berdosa. Adapun urutan pembantaian umat Yahudi yang dilakukan oleh umat Kristen ialah:

1.Perang salib pertama: 12.000 orang Yahudi di bantai pada pada tahun 1099. Tempat-tempatnya sebagai berikut, Worms terjadi pada 18 Mei 1096, Mainz terjadi pada 27 Mei 1096 diperkirakan sekitar 1.100 orang, Cologne, Neus, Altenahr, Wevelinghoven, Xanten, Moers, Dortmund, Kerpen, Trier, Metz, Regensburg, Prag dan lainnya. semua lokasi tersebut berada di wilayah Jerman kecuali Metz berada di Prancis, Berg di Czech.

2.Perang salib ke-2 terjadi pada tahun 1147. Ratusan Yahudi dibantai di Ham, Sully, Carentan, dan Rameru (lokasi di Prancis).

3.Perang salib ke-3: komunitas Yahudi Inggris dijarah, terjadi pada tahun 1189 hingga 1190.

4.Di Fulda Jerman pada tahun 1235 sebanyak 34 Yahudi laki-laki dan wanita dibantai.

5.Pada tahun 1257 hingga 1267, komunitas Yahudi di London, Canterbury, Northhampton, Linclon, Cambridge, dan lainnya dimusnahkan.

6.Pada tahun 1290 di Bohemian Polandia, 10.000 Yahudi terbunuh.

7.Pada tahun 1338 dimulai dari Geggondorf (Jerman) orang-orang Yahudi dibunuh secara gila-gilaan meluas hingga 51 kota di Bavaria, Austria, Polandia.

8.Pada tahun 1348 dua ribu orang Yahudi di Bassel, Swiss dan Strassbourg, Prancis, diperkirakan itu adalah jumlah seluruh populasi Yahudi dibakar hidup-hidup.

9.Pada tahun 1349 orang Yahudi yang hidup di 350 kota di Jerman dibakar hidup-hidup.

10.Pada tahun 1389 di Praha, 3000 orang Yahudi dibantai.  (Hj. Irena Handono, Menyingkap Fitnah dan Teror)

Sejak penaklukkan Yerusalem oleh tentara salib, umat Islam tidak tinggal diam. Maka muncullah pejuang Islam perang salib pertama Yaitu Imadudin Zanki, perang salib kedua Nuruddin, dan perang salib tiga yaitu Yusuf yang dikenal dengan sebutan Salahuddin Al-Ayubi. Perang salib terjadi selama 200 tahun, yang mana umat Islam mengalami serangan dari pasukan salib secara bertubi-tubi. Pada zaman Salahuddin, umat Islam berhasil menaklukkan Yerusalem dipertempuran Hittin, yang mana pasukan salib kalah telak dengan umat Islam. Maka Yerusalem menjadi wilayah Islam dan Salahuddin menjamin hak setiap rakyatnya bahkan dia tidak pernah mengganggu umat Kristen yang beribadah.

Karen Armstrong dalam bukunya Perang Suci mengisahkan keberhasilan Salahuddin dalam perang salib sehingga Yerusalem dipimpin oleh umat Islam dengan adil dan damai. Bahkan Salahuddin memerintahkan umat Yahudi yang berdiaspora ke negara lain untuk kembali ke Yerusalem. Jelas ini membuat umat Yahudi senang dan menganggap Salahuddin ialah Mesiakh (penolong) umat Yahudi. Bahkan ada sebagian penulis Yahudi yang mengatakan bahwa Salahuddin pindah agama ke dalam agama Yahudi karena dia begitu baik dengan umat Yahudi.

Dari pemaparan diatas menunjukkan bahwa umat Islamlah yang melindungi kaum Yahudi dari tentara salib yang hendak membunuh mereka. Tetapi mereka membalas kebaikan umat Islam dengan balasan yang paling keji, yaitu membantai umat Islam di tanah haram Al-Quds dan merebutnya demi ambisi mereka dalam menguasai Palestina. Seperti pepatah “air susu dibalas dengan air tuba” umat Zionis Yahudi tidak henti-henti merasa merekalah umat yang terpilih, sehingga mereka tidak merasa bersalah ketika membantai penduduk Palestina. Semoga Allah selalu melindungi umat Islam di dunia. Allahumansur umata muhammad (ya Allah tolonglah umat Muhammad).

Zionis Dan Berdirinya Negara Israel

Sudah dipaparkan diatas bahwa terbentuknya negara Israel disebabkan tertindasnya kaum Yahudi di Eropa yang diprakarsai oleh tentara Salib. Tentara salib begitu kejam membantai umat selain Kristen dengan keji. Mereka memperlakukan tawanan bagaikan binatang yang pantas disiksa. Ketika mereka berhasil menguasai Spanyol, mereka menindas umat Islam dan Yahudi dengan dua pilihan: 1. Masuk Kristen 2. Pergi meninggalkan Spanyol, mayoritas penduduk Yahudi dan Islam memilih pergi meninggalkan Spanyol dari pada harus pindah keyakinan. Tapi ada juga yang lebih memilih keluar dari agama asalnya dengan alasan bahwa mereka sudah nyama di negeri asal mereka. Tentara salib membuat suatu mahkamah hukum yang bernama “Inkuisisi” yang mana tugas mahkamah itu ialah menyiksa setiap orang non Kristen atau orang yang dianggap bidat (orang yang tidak sesuai dengan perintah Paus).

Hal ini juga dirasakan oleh umat Yahudi dan Islam di wilayah Palestina, ketika tahun 1099 tentara salib berhasil menaklukkan Yerusalem, umat Yahudi dan Islam dibantai dengan kejam sehingga darah mencapai lutut orang dewasa. Suatu pemandangan yang sangat mengerikan yang membuat orang merasa takut dan trauma atas kejadian itu.

Dari penyebab itulah seorang Yahudi berkebangsaan Jerman bernama Theodore Hertzl menggagaskan berdirinya negara Israel atau dalam bahasa Ibrani disebut Eretz Yisrael. Dia menulis sebuah buku yang berjudul “De Judesment”, di dalam buku itu terdapat ide untuk mendirikan negara Israel yang merdeka agar umat Yahudi tidak dijajah dan ditindas lagi oleh bangsa lain. Hertzl mengenalkan ide ini dalam konfrensi di Basel, Swiss dengan mengundang tokoh Yahudi diseluruh dunia. Hertzl berambisi untuk menjadikan Palestina sebagai tempat bagi kaum Yahudi yang berada di seluruh dunia. Tetapi Hertzl harus berjuang meminta izin kepada khalifah Usmani yaitu Sultan Abdul Hamid II, ketika itu Palestina dibawah kekuasaan Turki. Hertzl menuliskan sebuah surat kepada Sultan sebagai berikut:

“Jika kita berhasil menguasai Palestina, maka kami akan membayar uang kepada Turki dalam jumlah yang sangat besar dan kami akan memberikan hadiah dalam jumlah yang melimpah bagi orang yang menjadi perantara kami. Dan sebagai balasan dari ini, kami akan senantiasa bersiap sedia untuk membereskan masalah keuangan Turki. Kami akan mengambil tanah-tanah yang menjadi kekuasaan Sultan sesuai dengan hukum yang ada. Walaupun sebenarnya mungkin tidak ada perbedaan antara milik umum dan milik pribadi.” (Dikutip oleh: Hj. Irena Handono, Menyingkap Fitnah dan Teror).

Sang Sultanpun tak tinggal diam, dia membalas surat yang ditulis oleh Hertzl melalui perantara Neolanski sebagai berikut:

“Nasehatilah temanmu itu (Hertzl) agar dia tidak mengambil langkah-langkah baru mengenai masalah ini, sebab saya tidak bisa mundur dari tanah suci ini (Palestina) walaupun hanya sejengkal. Sebab tanah ini bukanlah milik saya. Dia adalah milik bangsa dan rakyat saya. Nenek moyang saya telah berjuang demi mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan ceceran darah. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka. Jika negeriku tercabik-cabik, maka sangat mungkin mendapatkan negeri Palestina tanpa ada imbalan dan balasan apapun. Namun patut diingat, bahwa hendaknya pencabik-cabik itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun tentunya saya juga tidak akan menerima, raga saya dicabik-cabik sepanjang hayat masih dikandung badan.” (Dikutip oleh: Hj. Irena Handono, Menyingkap Fitnah dan Teror).

Akhirnya harapan Hertzl pupus untuk mendapatkan tanah Palestina. Sultan menolak dengan keras permintaan Hertzl meskipun raganya harus tercabik-cabik. Sultan mengetahui sifat dan karakter umat Yahudi yang suka mengingkari janji, sehingga Sultan tak mengindahkan permohonan Hertzl tersebut. Maka Yahudi semakin bertekad mereka harus mendapatkan tanah Palestina untuk negeri mereka. Muncullah paham Zionisme, Zionisme berasal dari kata Zion/Sion. Zion ialah bukti dimana Yahwe hadir, bukit tersebut terletah dikota Yerusalem sekarang, sehingga mereka akan kembali ke Yerusalem dengan slogan “Tanah Yang di Janjikan.”

Setelah mengetahui bahwa permohonannya digagalkan, Hertzl membuat suatu rencana untuk menghancurkan kekuasaan Turki. Hal ini terekam dalam ucapannya:

“Dari pembicaraan yang saya lakukan dengan Sultan Hamid II. Saya menetapkan bahwa   tidak mungkin kita menarik faedah apa-apa dari Turki (Khilafah Utsmani), kecuali jika ada perubahan politik didalamnya dengan cara menimbulkan perang di tengah mereka dan mereka kalah dalam perang tersebut, atau melibatkan mereka dalam sebuah konflik antar bangsa atau dengan cara kedua-duanya.” (Dikutip oleh: Hj. Irena Handono, Menyingkap Fitnah dan Teror).

Terwujudlah apa yang Hertzl katakan. Turki mengalami perpecahan internal yang mana muncul paham kesukuan. Bangsa Arab merasa hina jika Turki yang menjadi pemimpin. Selama ini orang Arablah yang memipin. Sehingga Bangsa Arab ingin merdeka dari kekhalifahan Turki dan mendirikan negara atau kerajaannya sendiri. Di kawasan Turki sendiri muncul paham-paham Sekularisasi yaitu pemisahan antara agama dan negara sebagai wujud nilai majunya suatu negara. Pengusung paham ini mendirikan sebuah organisasi yang bernama Committe Of Union and Progress (CUP).

Masalah internal belum tearatasi, Turki terpaksa terlibat dalam perang dunia I (1914-1918). Khilafah Turki terpecah menjadi dua. Bangsa Turki bergabung dengan Jerman, sedangkan Bangsa Arab bergabung dengan Inggris, Prancis dan Rusia. Perang dunia I berakhir dengan kekalahan Turki. Maka Inggris, Prancis dan Rusia telah menguasai daerah yang menjadi kekuasaan Turki. Maka diadakanlah perjanjian Sykespicot pada 27 April 1917 yang membagi-bagi wilayah khilafa sesuai dengan keinginan Inggris, Prancis dan Rusia. Inggris mendapatkan wilayah selatan Irak dan seluruh negeri yang berbahasa Arab. Prancis mendapatkan Libanon, Syam dan kepulauan Faratiyah. Sedangkan Istambul, selat Bosphorus serta Dardanella menjadi bagian Rusia. Ini telah membuka tabir bahwa hakikatnya perang dunia I ialah agenda Zionis untuk menghancurkan wilayah kekuasaan Turki agar mereka bisa mendapatkan bagian negara yang mereka inginkan.

Sekarang Palestina dibawah mandat Inggris. Pada masa Hertzl dia gagal mewujudkan Palestina sebagai Eretz Yisrael sampai ajal menjeput. Kegagalan ini tidak membuat kaum Yahudi putus asa. Seorang berkebangsaan Yahudi Chaim Witzman meneruskan agenda Zionis untuk kembali ke Sion/Zion. Dia menghubungi Menteri Luar Negeri Inggris Balfour agar memberikan tanah Palestina untuk kaum Yahudi. Maka dengan mudahnya, Balfour menjajikan bahwa Palestina akan menjadi milik kaum Yahudi. Semenjak Inggris menjanjika itu maka orang-orang Yahudi melakukan eksodus (perjalanan) menuju Palestina. Ketika berhasil kaum Yahudi mendudukin Palestina, sebagai imbalannya Inggris mendaptkan kucuran dana yang sangat besar dari pengusaha-pengusaha Yahudi.

Penduduk Arab melakukan aksi protes, mereka tidak rela tanah kelahiran mereka ditempati kaum Yahudi. Maka dari aksi protes ini, terjadilah insiden kekerasa selama rentang 1355-1385 H. Inggris mulai berinisiatif setelah terjadi insiden berdarah dengan membagi wilayah Palestina menjadi dua yaitu pemukiman Yahudi dan pemukiman Arab tahun 1937 M. Tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh negara-negara Arab.

Warga Yahudi yang eksodus ke Palestina semakin banyak. Puncaknya ialah ketika perang dunia II diiringi dengan Holocoust (pembantaian kaum Yahudi) Nazi-Jerman. Lewat kerja sama dengan pemerintah Jerman, perwakilan Yahudi di Palestina membantu eksodus banyak warga Yahudi ke Palestina. Jika kita teliti lebih lanjut, Holocoust yang dilakukan oleh Nazi ialah propaganda agar kaum Yahudi Azkhenasic (orang Yahudi Eropa) mempunyai alasan untuk pergi ke Yerusalem. Kaum Yahudi mengklaim pembantaian yang dilakukan oleh Hitler berjumlah 6 juta jiwa. Presiden Iran Ahmadinejad mengklaim bahwa Holocoust ialah sebuah mitos yang didengungkan oleh kaum Yahudi Eropa agar mereka mempunyai alasan untuk eksodus ke tanah Palestina. Bashar Al-Asad presiden Suriah mengatakan bahwa Bangsa Eropa membantu kaum Yahudi eksodus ke Palestina agar mereka terhindar dari kaum Yahudi yang mana mayoritas mereka menguasai perekonomian Eropa.

Setelah Inggris diberi mandat untuk Palestina. Inggris tidak mampu mengatur eksodus Yahudi Eropa ke Palestina, maka Inggris memberikan mandat ini kepada PBB. Disamping itu, kekuatan baru muncul yaitu Amerika Serikat. Yahudi mempunyai basis besar di sana. Amerika yang selalu melindungi Israel agar tidak kena sanksi internasional. Bahkan Obama dalam salah satu pidatonya di konfrensi AIPAC mengatakan bahwa Amerika akan menjadi sekutu bahkan lebih dari itu, dan Amerika tidak tinggal diam dalam melindungi Israel. Siapa yang mengancam Israel maka dia mengancam Amerika juga.

Setelah Inggris menyerahkan mandat Palestina ke PBB, maka PBB mulai membahas pembagian wilayah Palestina pada 1947 M. PBB memutuskan bahwa wilayah yang subur dikuasai oleh Yahudi dan wilayah yang tidak subur dikuasi oleh Palestina. Sedangkan Yerusalem menjadi pengawasan internasional. Kemudian Inggris mengumumkan bahwa Palestina tidak lagi menjadi wilayah mandatnya, ini bertujuaan agar Israel mendeklarasikan kemerdekaannya.

Pada tahun 1948 M Israel semakin beringas dan mencaplok daerah Palestina. Tidak ada alasan lagi kecuali perang. Perang meletus pada 1948 M, anatara negara-negara Arab, seperti Mesir, Yordania, Suriah dan Irak, untuk melawan Israel. Bangsa Arab sebenarnya sudah menang, tetapi Amerika dan Barat menawarkan gencatan senjata selama sebulan. Masing-masing dari kedua bela pihak dilarang untuk mengangkat senjata. Negara Arab menyetujuinya tetapi Israel memanfaatkan momen ini untuk mengambil pasokan senjata dari Amerika. Perang meletus, pasukan Arab mengalami kekalahan telak, bahkan Israel berhasil menguasai Sinai yang berada di wilayah Mesir, bukit Golan yang berada di wilayah Suriah, dan tepi barat yang berada di wilayah Yordania. Pada tahun ini pula Israel mendeklarasikan kemerdekaannya.

Antara Zionisme dan Yahudisme

Masih banyak dikalangan masyarakat bahwa Zionisme dan Yahudisme itu sama. Jika kita telitin lebih lanjut antara Zionisme dan Yahudisme memiliki perbedaan yang cukup signitifkan. Sebelum kita bahas perbedaanya, kita harus mengatahui pembagian Yahudi secara regional modern. Yahudi secara regional yang umum terbagi menjadi dua bagian yaitu, Yahudi Azkenasic yaitu Yahudi yang tinggal di Eropa seperti Jerman, Rusia, Swiss, dan lain-lain. Yang kedua ialah Yahudi Sephardim yaitu Yahudi yang tinggal di Timur Tengah sepeti, Iran, Irak, Palestina dan lain-lain. Kita ketahui bahwa berdirinya negara Israel atas prakarsa Theodore Hertzl seorang Yahudi yang berkebangsaan Jerman, ada yang mengatakan berkebangsaan Austria yang mana dia berasal dari Yahudi Azkenasic. Wajar jika mereka ingin mendirikan negara Israel, karena Yahudi Eropa pada waktu itu sedang mengalami kekerasan, pembantaian masal, dan penyiksaan sehingga muncul konsep Eretz Yisral. Sedangkan Yahudi yang tinggal dalam wilayah islam, mereka merasakan kedamaian, toleransi antar beragama, dan merasakan peradaban muslim yang tinggi sehingga mereka tidak mempunyai pikiran untuk mendirikan negara, yang ada mereka hanya ingin memberontak dan menguasai kekayaan negeri kaum muslimin.

Sekarang marilah kita bahas mengenai perbedaan Zionisme dan Yahudisme. Zionisme sesuai pada pembahasan diatas awalnya paham untuk umat Yahudi kembali ke bukit Sion/Zion dimana Daud dan Solomon memimpin. Mereka mengklaim Palestina ialah negeri yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka. Dikemudian hari Zionisme bukan hanya menjadi paham milik Yahudi, paham ini juga menjadi paham internasional yang mendukung negera Israel. Paham ini yang dianut oleh Amerika dan sebagian negara Eropa untuk mengembalikan kaum Yahudi ke negara Israel.

Sedangkan paham Yahudisme ialah paham keyahudian yang ketat. Nama Yahudi ialah berasal dari nama anak Ya’qub yaitu Yehuda. Ya’qub mempunyai istri empat dan mempunyai anak 12 yang didalam Al-Quran di sebut asbath. Yahudisme masih memegang tradisi hukum Torah/Taurat sangat ketak, julukan Yahudisme lebih dinisbatkan kepada Yahudi Ortodoks.

Salah satu Yahudi yang menolak Zionisme ialah organisasi Yahudi yang bernama Naturei Karta. Naturei Karta (penjaga kota) didirikan di Yerusalem pada 1938. Organisasi ini menolak keras pembentukan negara Israel. Mereka berkeyakinan bahwa orang Yahudi dilarang mendirikan negara meskipun ditanah yang tak berpenghuni. Kami mengharapkan Mesiakhlah yang mendirikan negara untuk kami tanpa campur tangan manusia. Orang Yahudi harus beradaptasi dimana mereka tinggal dan tidak boleh memberontak. Naturei Karta juga giat memperjuangkan kemerdekaan Palestina, mereka ingin menjadi warga negara Palestina bukan warga negara Israel.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x