Mohon tunggu...
Ardiansyah
Ardiansyah Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Berfikir adalah pekerjaan terberat manusia, apakah anda mau berfikir? Silahkan mampir ke : https://www.radarliterasi.web.id/?m=1

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pesona Langit

4 Desember 2021   03:05 Diperbarui: 4 Desember 2021   03:21 43 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Hujan bergemuruh ketika aku bertemu denganmu
Seketika diriku sadar bahwa engkau adalah satu-satunya bagiku


Perihal cinta
Aku tidak bisa menjamin ketulusan ku padamu
Hanya sebatas pesona yang memberiku aroma dari nikmatnya kehidupan
Dirimu terlepas dihadapan ke naifan ku
Seketika aku menjadi batu untuk segala kepatuhan ku
Kusadari bahwa aku hanyalah pecahan dari anganmu


Selayaknya ombak yang memberi bekas di sekitar pasir
Sungguh salah dirimu melihatku ..
Karena aku layaknya angin yang memberikan kesejukan tanpa engkau sadari
Sesaat demi sesaat pesona mu melebihi keinginanku
Dihadapkan oleh hasrat nafsu dan kepuasan imajinasi


Namun apa daya..
Tak kurang diriku kurang memperhatikanmu
Tak lekang waktu aku berdoa untuk mendapatkan mu
Tanpa kusadari engkau memilih dirinya
Yang mungkin jauh lebih peduli dan selalu memperhatikan dirimu


Aku berharap semoga kamu dan dirinya berbahagia
Karena hanya itu yang bisa kuharapkan dihadapan sifat kekanak-kanakan ku
Semoga kamu bisa lebih tulus mencinta dirimu dan kehadirannya
Terimakasih untuk segala ketenangan yang kau berikan kepada ku

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan