Mohon tunggu...
Ardian Eka Dwilaksa
Ardian Eka Dwilaksa Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa KKN UNDIP TIM 1 2022

Mahasiswa KKN UNDIP TIM 1 2022 Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan S1 Sejarah Desa Kaling, Kec. Tasikmadu, Kab. Karanganyar, 57722 DPL: Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Solutif! Perpustakaan Mini Sarana Meningkatkan Minat Baca dan Literasi Siswa

28 Januari 2022   13:44 Diperbarui: 28 Januari 2022   13:49 1592
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perpustakaan Mini Desa Kaling

Karanganyar (16/1) KKN Universitas Diponegoro Tim 1 dimulai sejak 05 Januari - 15 Februari 2022 dengan mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Menuju Pasca Pandemi Covid-19 Berbasis SDGs". Penulis melaksanakan kegiatan KKN sebagai wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat di Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.


Kaling merupakan sebuah wilayah tingkatan desa yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.

Menurut UU Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Adapun peranan perpustakaan sendiri adalah sebagai sarana pendukung dan peningkatan minat baca dimana dalam program KKN ini khususnya minat baca siswa/siswi di tingkat pendidikan sekolah dasar. Dengan demikian, akan tercipta siswa yang berwawasan luas dalam mencari informasi yang berguna bagi dirinya serta dapat berpikir dan bertindak lebih bijak lagi.

Membaca merupakan keterampilan yang bukan keterampilan bawaan melainkan diperoleh setelah seseorang dilahirkan,  yang dapat dikembangkan, dibina dan dipupuk melalui kegiatan belajar. Hadirnya perpustakaan mini sebagai program kerja KKN merupakan  basis  yang  sangat  strategis  untuk  mengembangkan  kebiasaan  membaca, yang semestinya menjadi aktivitas rutin sehari-hari bagi siswa memperoleh  pengetahuan  atau informasi.

Membaca dapat digambarkan sebagai salah satu  jendela dunia. Dari kegiatan membaca seseorang dapat mengetahui, memahami dan menduga fenomena-fenomena yang ada di dunia. Oleh karena itu budaya gemar membaca harus digalakkan sejak dini khususnya pada anak usia sekolah dasar sehingga dapat mengeksplor potensi pada diri anak selain itu juga dapat memotivasi pemustaka.

Namun,  UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia termasuk pelajar sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

 Tidak hanya Unesco dan Perpusnas, PISA (Program for International Student Assesment) menyatakan untuk kategori membaca, Indonesia berada pada pering- kat 72 dari 77 negara. Berdasarkan beberapa data tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa minat baca masyarakat Indonesia termasuk pelajar belum memuaskan. Keadaan tersebut makin diperparah dengan adanya pandemi covid-19. Minat baca masyarakat termasuk pelajar Indonesia makin digempur dengan keterbatasan-keterbatasan yang muncul karena pandemi. Keterbatasan tersebut berdampak langsung terhadap perubahan perilaku masyarakat.

Hadirnya program KKN "Pembinaan Perpustakaan Mini Berkelanjutan bagi Anak Usia Sekolah Dasar di Kelurahan Kaling Kecamatan Tasikmadu Karanganyar guna Meningkatkan Minat Baca Sejarah" dimaksudkan untuk mewujudkan SDGs Goals poin ke-4 yaitu Quality Education: Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all.

Menggandeng mitra siswa/siswi SD Negeri 03 Kaling, program KKN ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran siswa/siswi masyarakat setempat dalam menempuh pendidikan selama masa pandemi Covid-19 terutama pembelajaran daring. Selain itu, program diharapkan mampu meningkatkan kesadaran minat baca siswa/siswi terhadap ilmu-ilmu yang telah dipelajarinya, termasuk ilmu sejarah yang terkait dengan pembelajaran peristiwa masa lampau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun