Mohon tunggu...
Ardi
Ardi Mohon Tunggu... Tenaga Kependidikan

Alumnus Mahad Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan. Alumnus STAI Bahriyatul Ulum Pandan Tapanuli Tengah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menyoal Sumbangan Pembangunan Rumah Ibadah dari Rumah ke Rumah

18 September 2020   00:53 Diperbarui: 18 September 2020   01:01 14 0 0 Mohon Tunggu...

Secangkir teh baru saja tersesap. Menikmati panorama pagi memang menyegarkan. Karena udara pagi masih belum terkontaminasi dengan banyak polusi. Pagi yang luang karena ini hari libur. 

Dua orang anak kecil itu menghampiri dan menawarkan kotak sumbangan pembangunan rumah ibadah. Baru beberapa menit berlalu, datang lagi dua orang dengan tujuan yang sama namun berbeda label.

Saya pergi ke pasar untuk membeli sedikit kebutuhan. Pandangan di sepanjang jalan seolah menggiring pikiran orang yang melihat untuk berkata "sampai segitunya mencari sumbangan dana untuk pembangunan rumah ibadah". Ada beberapa kelompok dengan misi yang sama, mengumpulkan sumbangan pembangunan rumah ibadah.

Penjual yang sedang mengambilkan barang yang akan saya beli berkata "bolak-balik yang minta sumbangan seperti ini. Bikin malu kita saja.." begitu gumamnya. Saya hanya mendengar saja dan menunggu sampai ia selesai menyiapkan barang yang saya beli.

Sekembalinya ke rumah, saya jadi penasaran. Saya pun mencoba mencari informasi di dunia maya terkait hal tersebut. Dikutip dari wartakota.tribunnews.com, rabu, 23 januari 2019 memberitakan dua orang remaja dibekuk warga karena ketahuan menipu dengan kedok mengumpulkan sumbangan pembangunan rumah ibadah. Setelah diinterogasi secara mendalam, mereka mengaku hanya disuruh oleh seseorang yang akan memberikan mereka sejumlah uang setelah melakukan aksinya.

Sementara dari laman waspada.co.id, 26 mei 2017 menginfokan tentang modus penipuan yang sama. Tersangka menunjukkan proposal yang terdapat di dalamnya bangunan yang belum siap. Salah satu warga ada yang memberikan sumbangan lalu menjanjikannya akan menyumbang untuk kali keduanya dan memberikan nomor kontaknya.

Berangsur waktu, ia dihubungi dan menanyakan apakah sudah ada uang yang dijanjikan untuk sumbangan tersebut. Iapun curiga dan bersama warga menjebak orang yang menelepon itu untuk mengambil uangnya. Orang tersebut langsung di gelandang ke polsek dengan laporan penipuan terhadap warga.

Terlepas dari beramal jariah walau tertipu, niat kita telah sampai untuk bersedekah atau berinfak. Namun kita juga perlu waspada terhadap ragam penipuan, termasuk diantaranya seperti ini. Nah, bagaimana caranya tahu bahwa info yang ia bawa benar adanya? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ada 3 hal yang perlu di perhatikan:

Pertama, tanyakan keberadaan tempat tinggalnya. Ini dapat diketahui dengan menunjukkan kartu identitasnya. Jika alamatnya dekat dengan rumah ibadah yang akan dibangun, ini pertanda bahwa ia memang menggalang dana untuk itu.

Kedua, minta surat izin mengutip penggalangan dana. Surat ini berupa surat keterangan dari kepala dusun/ lingkungan tempat dimana ia menjalankan kotak amal. Akan tertera batas waktu dibolehkannya mengumpul sumbangan. Misalnya dua bulan saja atau sampai selesai pembangunan.

Ketiga, tinjau langsung ke lokasi tempat akan dibangun rumah ibadah tersebut. Ini adalah bukti terkuat bahwa memang benar ia melakukan penggalangan dana untuk membangun rumah ibadah. Minimal anda dapat menghubungi nomor kontak yang tampak pada brosur/ iklan/ flyer.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN