Mohon tunggu...
Ardi
Ardi Mohon Tunggu... Tenaga Kependidikan

Alumnus Mahad Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan. Alumnus STAI Bahriyatul Ulum Pandan Tapanuli Tengah

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen | Jangan Sedih, "Mblo"

3 April 2020   00:07 Diperbarui: 3 April 2020   00:07 23 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerpen | Jangan Sedih, "Mblo"
Gambar: Pixabay

Malam semakin larut. Beberapa sisa tetes hujan masih menggelayut di ujung atap rumah. Bias hujan kini tergantikan oleh cahaya bulan. Walau tak tampak utuh, separuh bulan itu sudah melengkapi keindahan malam ini.

Angin malam yang silir membawaku larut dalam pikir entah kemana. Apalagi kalau bukan soal jodoh. Ya, usia tergolong bukan muda ini meresahkan. Teman-teman kantor sering membuli karena aku masih jomblo. Walau berbalut canda namun sakit di hati. Parahnya lagi, tersebar rumor bahwa aku termasuk LGBT. Muak!!

***

Aku menghadiri pesta pernikahan teman.

"Bro, mana Lala?" tanyaku pada salah satu rekan kerja yang juga menghadiri pesta pernikahan.

"Kami sudah putus, bro.."

"Lho, Bukannya bulan lalu saat kita berpapasan, kalian masih jalan bareng, kan?"

"Itulah, bro! tadi malam saat aku datang kerumahnya, dia bilang bahwa dia belum bisa membuka hatinya untukku. Padahal selama ini, banyak keinginannya yang kupenuhi. Jalan ke tempat wisata, belikan vitaminnya, makan di restoran mahal, mengantar dan menjemputnya pulang kerja, membelikannya kado di hari ulang tahunnya. Sikapnya berubah sejak seminggu yang lalu."

"Akhirnya kecurigaanku selama ini benar. Dia selalu mangkir kalau ku ajak ngobrol tentang pernikahan. Dia tak mau lagi kujemput saat pulang kerja. Tak mau menjawab pesan-pesan whatsapp-ku lagi. Saat kutanya, katanya sengaja karena ingin menjauhiku. Sakitnya tuh disini, bro!" sambil menunjuk dadanya sebelah kiri. 

"Selama ini dia mau kuajak jalan bareng hanya mencoba untuk membuka hatinya. Aku hanya dijadikan bahan pelarian perasaannya saja setelah dia diputuskan oleh pacarnya. Setelah aku banyak berkorban untuknya, ternyata dia bilang kalau dia tidak mencintaiku."

"Dia masih cinta pada mantannya. Dia cinta mati. Setelah putus dengan mantannya, dia gak pernah menjalin hubungan lagi dengan siapapun. Baru akulah yang mencoba mengisi hatinya lagi. Tapi tak berhasil. Aku menyesal. Kurasa uang yang kuhabiskan untuknya sudah bisa kupakai buat modal menikah." Sesalnya mengakhiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x