Mohon tunggu...
Ardi
Ardi Mohon Tunggu... Tenaga Kependidikan

Alumnus Mahad Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan. Alumnus STAI Bahriyatul Ulum Pandan Tapanuli Tengah

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Wanita Itu

30 Maret 2020   15:49 Diperbarui: 30 Maret 2020   16:06 122 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerpen | Wanita Itu
Gambar: Pixabay

Aku  tiba di penginapan. Aku berharap bisa tidur cepat, nyaman dan tenang. Tapi udara malam ini begitu panas. Kucoba memejamkan mata tapi ayal. Suara itu. Sudah pukul dua pagi.

Lorong itu jalur menuju ke kamar mandi umum. Kamar mandi yang dipakai oleh penginap kelas ekonomi. Kusingkap tirai jendela kamar memastikan keberadaan suara itu. Sunyi, tak tampak seorangpun. Ah, mungkin itu hanya perasaanku saja, kataku dalam hati.

Aku menyusuri lorong itu. Aku berhenti di depan salah satu pintu kamar. Kali ini suara itu menghilang. "Krakk!!" Pintu itu dibuka dengan kasar. Pria bertubuh tambun keluar sambil memperbaiki resleting celananya.

Ia lalu mengambil beberapa lembar uang kertas dari dompetnya dan mencampakkannya pada wanita itu. Iapun pergi dengan santai seperti kucing yang sudah kenyang makan ikan diberi majikannya.

***

Pagi yang cerah. Gedung auditorium ramai. Senyum bahagia terpancar dari mereka di setiap sudut ruangan. Perjuangan selama delapan semester kini berakhir. Siap untuk mengamalkan ilmu yang didapat.

Kami istirahat di kantin setelah prosesi wisuda selesai. Aku masih penasaran dengan wanita semalam yang kutemui di penginapan itu. "oh, ya, Sya, kamu bilang kenal dengan wanita itu. Siapa dia?" tanyaku membuka obrolan.

"Namanya Anita. Dia temanku saat SMA dulu. Pergi sekolah bareng, sering ngerjain pe-er bareng, juga jalan-jalan bareng. Tapi sekarang tidak, sebenarnya Anita itu anak yang pintar. Dia pernah juara umum di kelas sepuluh. Ia dekat dengan Alex sejak kelas sebelas. Sejak itulah prestasi Anita anjlok.

Dia gak pernah mau lagi diajak kerja kelompok. Dia lebih sering main bersama Alex. Bukan sekali dua kali dia pernah bolos di dua mata pelajaran terakhir demi Alex. Anita cinta mati padanya. Apapun yang dimintanya, diberikan. Baginya, Alex adalah segala-galanya."

"Pernah ia tak membayar uang sekolah sampai satu semester. Ketika orang tuanya dipanggil ke sekolah, orang tuanya mengatakan bahwa uang itu telah diberikan pada Anita. Padahal saat itu dia sudah duduk di kelas dua belas semester akhir. Tapi sayang, dia kena drop out karena kebanyakan bolos dan banyaknya tunggakan uang sekolah yang tak dibayarkannya. Alex itu 'pemakai.'" Terang Rasya santai.

"Anita, kan pintar, seharusnya dia bisa mikir kalau memang alex itu gak baik, kenapa dia mau?" lanjutku masih penasaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN