Mohon tunggu...
Ardi
Ardi Mohon Tunggu... Tenaga Kependidikan

Alumnus Mahad Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan. Alumnus STAI Bahriyatul Ulum Pandan Tapanuli Tengah

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Memahami Cara Penyusunan Kalimat dalam Bahasa Arab

24 Februari 2020   17:15 Diperbarui: 24 Februari 2020   17:41 809 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Memahami Cara Penyusunan Kalimat dalam Bahasa Arab
Sumber gambar: Pixabay

Subjek, predikat dan objek menjadi elemen utama dalam pembuatan sebuah kalimat. Itu seminimalnya sebuah kalimat atau kumpulan kata yang bisa disebut kalimat. Satu lagi, kumpulan kata itu haruslah dimengerti oleh orang yang mendengar atau membaca.

Misal kumpulan kata-kata seperti; "baju tanah langit kursi." Seketika orang datang pada anda lalu mengucapkan "kalimat" tersebut, mengertikah anda? Tentu anda akan bingung dan bertanya-tanya, apa maksud orang tersebut. Begitulah, syarat sebuah kalimat salah satunya adalah dimengerti oleh orang yang membaca.

Tak jauh berbeda ketika anda akan membuat kalimat dalam bahasa arab. Tentukanlah subjek dan predikatnya. Ada predikat yang membutuhkan objek dan ada pula yang tidak membutuhkan objek. Dalam bahasa arab disebut muta'addy (membutuhkan objek) dan lazim (tidak membutuhkan objek.)  

Misalnya kalimat "saya sedang tidur," atau "anaamu" dalam bahasa arabnya. Kata "saya" berperan sebagai subjek dan "tidur" menjadi predikatnya. Kalimat ini sudah menjadi kalimat efektif, atau dalam bahasa arab disebut "jumlatul mufidah." Walau kalimat tersebut tidak mempunyai objek, namun telah dapat dipahami oleh pendengar karena kata kerja yang dipakai adalah muta'addy.

Contoh lainnya kalimat "saya telah mengambil sebuah kitab" atau "akhoztu alkitab" dalam bahasa arab. Kalimat ini membutuhkan objek karena kata kerja yang dipakai adalah lazim. Jika ditulis kalimat "saya telah mengambil" tentu masih menyisakan tanda tanya pada orang yang membacanya atau mendengarnya.

Orang akan bertanya, "mengambil apa?" atau "apa yang diambil?" Berarti kumpulan kata itu masih belum bisa dikatakan sebuah kalimat. Nah, sekarang kita akan membahas penyusunan kalimat dalam bahas arab.

Penulisan kalimat dalam bahasa arab terbagi dua, disebut jumlah ismiyah (kalimat yang diawali dengan kata benda) dan jumlah fi'liyah (kalimat yang diawali dengan kata kerja.)  

Contoh jumlah ismiyah seperti "Albaitu Jamiilun" artinya rumah itu indah. Subjeknya "albaitu" dan "jamiilun" sebagai predikatnya. Yang perlu menjadi perhatian adalah subjek  dan predikatnya harus sama dalam hal jenis dan bilangan.

Dalam hal bilangan misalnya "albaitaani jamiilani" artinya dua rumah itu keduanya indah. Dalam hal jenis kata, misalnya "almisthorotu thowiilatun" artinya penggaris itu panjang. Baik subjek maupun predikat keduanya berjenis "muannats."

Adapun jumlah fi'liyah, subjek tidak harus mengikut pada predikat dalam hal bilangan. Misalnya "dzahaba khoolid wa zaid" artinya telah pergi kholid dan zaid. "Telah pergi" sebagai predikat sedangkan subjeknya adalah kholid dan zaid. Walaupun subjeknya menunjukkan jumlah 2 orang, namun predikatnya tetap berbentuk tunggal.

Berbeda dalam hal jenis kata, maka sujek harus mengikut pada predikat. Contoh kalimat "dzahabat aminah" artinya telah pergi aminah. Karena subjeknya berjenis muannats, maka predikatnya juga diganti muannats.

Semoga bermanfaat

VIDEO PILIHAN