Ardi
Ardi Guru

Tenaga Kependidikan di SMP Ulun Nuha Medan Alumnus STAI Bahriyatul Ulum KH. Zainul Arifin Tapanuli Tengah Tahun 2012

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Teknik Guru dalam Menguasai Kelas

13 Februari 2018   06:02 Diperbarui: 13 Februari 2018   07:24 2395 4 0
Teknik Guru dalam Menguasai Kelas
dokumentasi pribadi

Tertib belajar dalam kelas adalah salah satu kunci keberhasilan mengajar. Seorang guru dengan titel yang banyak atau telah menempuh pendidikan yang melebihi standar pendidikan guru, tidak akan berhasil mengajar jika ia masih belum bisa menguasai kelas. Kemahiran menguasai kelas ini sangat diperlukan bagi guru khususnya yang mengajar pada jenjang pendidikan 'wajib belajar.'

Ada dua hal mendasar yang menunjang dalam teknik menguasai kelas bagi guru, yaitu ketegasan dan mempunyai suara yang lantang. Guru adalah sosok yang berwibawa. Wibawa guru dapat diwujudkan dengan ketegasannya saat mengajar. Tegas bukan berarti harus ditakuti oleh siswa. Namun tegas itu adalah mampu menegakkan kedisiplinan dan ketertiban dalam kelas. Tidak membiarkan siswa keluar masuk saat jam pelajarannya.

Terkadang siswa yang permisi ke kamar mandi itu bukanlah sungguhan untuk buang air, melainkan karena ia bosan di dalam kelas atau karena tidak suka dengan gurunya. Jika siswa seperti ini dibolehkan keluar kelas dengan alasan ke kamar mandi, maka akan menularlah pada siswa lainnya. Keluar masuknya siswa dalam kelas dapat mengganggu proses belajar mengajar. Tegaslah untuk melarang siswa keluar kelas kecuali ada alasan yang bisa dipertanggung jawabkan.

Kedua, memiliki suara lantang. Guru yang menerangkan pelajaran di depan kelas dengan suara yang kecil tidak akan berhasil menguasai kelas. Jika suara guru itu hanya bisa terdengar oleh siswa yang duduk di baris depan, maka siswa yang duduk di belakang tidak akan bisa fokus dengan penjelasan guru itu. Akibatnya, mereka akan membuat kegiatan sendiri seperti ngobroldengan teman disampingnya atau malah isengin teman yang duduk di depannya.

Selain itu, saat kondisi kelas tengah ribut, guru dapat membentak mereka dengan sekali teriakan. Efeknya agar mereka segera diam. Nah, diamnya mereka itulah kesempatan guru untuk memasukkan nasihat-nasihat yang menyadarkan mereka agar mau belajar bersungguh-sungguh di sekolah. Memberikan gambaran akan kerugian yang diterima jika siswa tidak sungguh-sungguh belajar dalam kelas. Lantas bagaimana teknik yang digunakan dalam menguasai kelas?

Pertama, membuat siswa tetap aktif. Aktif disini bukanlah aktif secara motorik, melainkan aktif secara akademik. Misalnya menghapal, membaca, ataupun menulis. Ini dapat diterapkan saat guru tengah sibuk dengan satu urusan. Misalnya saat guru tengah menilai buku-buku latihan siswa yang telah selesai mengerjakan tugas. Agar siswa yang telah selesai tersebut tidak ribut atau bermain di kelas, guru dapat menugaskan mereka untuk membaca buku dalam hati dari halaman sekian hingga sekian.

Kedua, mengalihkan perhatian. Ketika menjelaskan sebuah materi ajar di depan kelas, pandanglah wajah-wajah siswa yang sedang menyimak atau bahkan tidak menyimak sama sekali. Dari situ guru dapat membaca keinginan siswa. Wajah lelah mereka tidak akan bisa menangkap penjelasan guru. Biasanya ini dirasakan bagi guru yang masuk mengajar di siang hari, diatas jam dua belas. Yang mereka butuhkan adalah penyegaran. Jangan memaksakan diri untuk mengajar karena percuma, tidak ada yang menggubris. Buatlah sedikit lelucon ringan yang sopan. Boleh melibatkan seorang atau beberapa siswa yang dijadikan subjek. Ini dapat menyegarkan kembali suasana belajar.

Ketiga, membuat permainan yang mendidik. Mendidik tidak melulu dengan ceramah atau bahasan di buku yang mendalam. Mendidik juga dapat diaplikasikan dalam sebuah permainan. Contohnya permainan tangkap ekor ular. Permainan ini mengajarkan pemainnya akan kekompakan. Bagaimana cara musuh agar tidak bisa memegang teman yang berada paling belakang sebagai ekor. Tentunya teman yang paling depan, sebagai kepala ular, harus mampu mengecoh 'kepala ular' musuh.

 Ini menyenangkan. Masih banyak jenis permainan yang mendidik. Ajaklah siswa bermain dengan permainan yang mendidik saat mereka benar-benar jenuh dengan pelajarannya. Karena saat siswa merasa jenuh, apapun penjelasan guru tidak akan bisa diterimanya. Semoga bermanfaat.