Ardi
Ardi Pendidik

Tenaga Kependidikan di SMP Ulun Nuha Medan Alumnus STAI Bahriyatul Ulum KH. Zainul Arifin Tapanuli Tengah Tahun 2012

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Menjadikan Sekolah Unggulan

11 Februari 2018   00:30 Diperbarui: 11 Februari 2018   01:00 324 1 0

Perkembangan informasi dan teknologi yang terus maju 'memaksa' unsur pendidikan, seperti sekolah dan guru untuk 'melek' teknologi. Memperbarui keahlian diri demi hasil yang maksimal. Tanpa mengikuti perkembangan informasi dan teknologi, maka akan jauh tertinggal. Sekolah unggulan adalah lembaga pendidikan yang terdapat didalamnya unsur-unsur yang menjadi pondasi sekolah yang 'melek' teknologi.

Jika browsing di internet untuk mencari bahan ajar lebih menyingkat waktu daripada mencari buku lalu membolik-balik kertasnya, maka guru sudah harus mengubah metode kerjanya menjadi lebih efisien. Pengadaan rapat sekolah yang membutuhkan waktu dan tempat, dapat digantikan dengan grup whatsapp sekolah. Tanpa mempersiapkan tempat, waktu dan bahan, sebuah rumusan persoalan mampu dihasilkan dari chatting-an grup. Efisien, bukan? Minimal semua staff kependidikan wajib punya android. Selain itu apa saja unsur-unsur penting dalam pembentukan sekolah unggulan? Berikut penjelasannya,

1. Mempunyai visi yang jelas. Kemampuan melihat inti persoalan, pandangan atau wawasan kedepan. Sederhananya, visi dapat diartikan dengan cita-cita. Kemana anak didik itu akan diarahkan. Perbanyak  pelajaran sekolah maupun kegiatan fisik yang mendukung terwujudnya cita-cita tersebut.

2. Mempunyai kemampuan. Proses adalah sebuah pembelajaran. Kemampuan tidak datang begitu saja tanpa belajar. Sekolah unggulan adalah sekolah yang mempunyai sumber daya manusia yang menguasai kemampuan lebih disamping bidang yang diembannya dalam sekolah itu.

3. Mempunyai insentif yang jelas. Guru adalah unsur penting dalam lembaga pendidikan. Di tangan gurulah murid dapat diarahkan. Oleh sebab itu, jika sekolah dapat mensejahterakan guru dengan gaji yang mencukupi atau lebih dari cukup, hal itu akan memacu dirinya untuk meningkatkan loyalitas kerjanya. Umumnya, guru adalah profesi yang berpenghasilan kecil. Masih dapat dihitung jumlah sekolah yang dapat memberikan insentif yang sesuai bagi guru yang mempunyai kebutuhan sama dengan yang berpenghasilan lumayan.

4. Mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Sebuah ungkapan, the right man on the right job, menempatkan seseorang pada bidang keahliannya. Pekerjaan yang dilakukan oleh ahlinya akan lebih baik daripada ditangani oleh yang bukan ahlinya. Menyaring tenaga ahli adalah yang utama dalam penempatan posisi jabatan.

 5. Aktif dalam bertindak. Empat unsur sebelumnya tidak akan menjadi apa-apa jika semua itu tidak dilaksanakan dalam bentuk tindakan. Merancang bentuk sekolah dengan arah tujuan yang jelas, membekali kemampuan bagi para pekerjanya, memberikan gaji yang lebih dari cukup, menyaring orang-orang yang berkompeten dan terakhir, melaksanakannya. Mengorganisir sekolah itu tidak bisa dilakukan sendiri. Semua unsur saling membantu. Termasuk tenaga kebersihan dan keamanan sekolah. Jika salah satu saja tidak ada, maka akan ada pekerjaan yang terbengkalai. Semoga bermanfaat.