Mohon tunggu...
Andi Ramadhan
Andi Ramadhan Mohon Tunggu... Penulis lepas di Kompasiana

Datang berlindung waktu susah dan senang. Tumpang berlindung waktu susah dan senang.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Islam Kok Mati di Gereja?

23 Oktober 2011   04:37 Diperbarui: 26 Juni 2015   00:37 279 1 3 Mohon Tunggu...

Rekan-rekan Kompasiana pasti pernah menerima pesan Blackberry Messenger (BBM) seperti ini:

Pembom gereja di Solo ditanyakan oleh malaikat,

Malaikat: Nama kamu siapa?

Pembom: Ahmad Yosepa, duhai malaikat.

Malaikat: Agama kamu?

Pembom: Islam

Malaikat marah,

Malaikat: Jangan bohong!

Pembom: Sumpah malaikat, Saya beragama Islam

Malaikat: Islam kok matinya di gereja???!!!


Seperti itulah isi dari pesan BBM yang Saya terima setelah terjadi pemboman gereja di Solo beberapa waktu lalu. Menarik, benar-benar menyindir dan Saya tersindir, kemudian tergelitik untuk menulis opini ini. Apakah pembom tersebut dapat dikatakan sebagai martir, pejuang, apalagi pahlawan? Saya yakin tidak!

Kita tidak sedang berperang, dude! Indonesia selalu dalam suasana tenang, aman dan damai. Jika tiba-tiba ada bom meledak di keramaian, terlebih di rumah ibadah agama tertentu, itu adalah kerjaan dari orang-orang bodoh yang ingin mencari sensasi.

Carilah tempat untuk kembali yang baik. Mati saat sedang shalat, mati saat sedang berzikir, itu akan jauh lebih baik daripada mati secara sengaja tanpa tujuan yang jelas: membom, digebukin karena menjambret, terlebih mati dirumah bordil karena kelebihan memakai obat kuat. Tapi kita memang tidak pernah tau akan kembali kepada-Nya kapan. Wallahu a'lam.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x