Ardanik
Ardanik

civil engineering ITS '14

Selanjutnya

Tutup

Travel-story Artikel Utama

Keliling Surabaya Gratis dengan Suroboyo Bus

16 April 2018   20:12 Diperbarui: 17 April 2018   14:55 5147 7 3
Keliling Surabaya Gratis dengan Suroboyo Bus
dokumentasi pribadi

Seperti yang telah saya umumkan melalui beberapa akun media sosial saya, hari Senin (16/04) saya bersama kerabat menjajal moda transportasi baru yang ada di Kota Surabaya. Yap! Ini adalah Suroboyo Bus, si merah yang super canggih. Beberapa kali saya sudah melihat sosoknya melintas di Jalan Raya Darmo Surabaya, tapi sayang saat itu belum sempat menjajal. 

Bus ini telah diresmikan oleh Ibu Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Risma Harini pada 7 April 2018 lalu di Gedung Siola Surabaya. Bus ini beroperasi setiap harinya dari jam 06.00 hingga 22.00 WIB dengan dua jalur (berangkat dan pulang). Selain itu, jarak berangkat bus atau bahasa kerennya headway bus dilakukan setiap 30 menit sekali. Kecepatan maksimumnya 50 Km/jam. Dengan desain yang unik, berbeda dengan bentuk-bentuk bus lain yang telah beroperasi, bus ini terlihat nyentrik.

Suroboyo Bus yang unik ini ternyata memiliki jumlah crew yang cukup banyak, lho! Totalnya kurang lebih ada 57 orang. Dengan setiap armada terdiri dari 1 Prama atau Prami dan sopir. Prama adalah petugas bus laki-laki, sedangkan Prami adalah petugas bus perempuan. Sisanya bekerja di balik layar tentunya. Ada yang menjaga di Halte Purabaya, ada bagian kebersihan, bagian kontrol CCTV, dan sebagainya.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Spesifikasi Suroboyo Bus
Bus dengan bodi dari Karoseri Laksana yang berlokasi di pabrik Ungaran Semarang ini merupakan bus kota dengan tipe lowdeck. Mesin dari bus ini adalah Mercedes-Benz O500U 1726 yang memakai solar sebagai bahan bakarnya. Suroboyo Bus memiliki jumlah armada sebanyak 8 buah, tetapi untuk saat ini yang beroperasi hanya 6 saja. Sedangkan 2 bus lainnya sedang bermasalah teknis. Untuk bagian interiornya, bisa kita lihat seperti pada penjelasan di bawah ini

Kursi
Warna merah muda. Kursi dengan warna merah muda terdiri dari 12 buah kursi. 6 kursi di sisi sebelah kiri dan 6 kursi di sisi sebelah kanan. Kursi ini diprioritaskan untuk wanita.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

  • Warna merah tua. Selanjutnya ada kursi dengan warna merah tua. Terdiri dari 4 buah kursi. 2 kursi di sisi sebelah kiri dan kanan. Kursi ini diprioritaskan untuk lansia, ibu hamil dan ibu yang membawa anak kecil

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

  • Warna orange. Dan yang terakhir berwarna orange! Kursi berwarna orange ini berbeda 'level ' dengan 2 tipe kursi lainnya. Kursi ini berada +30cm dari lantai dasar bus. Kursi ini memiliki 25 buah kursi dengan 10 kursi berada di sebelah kiri, 10 kursi di sebelah kanan dan 5 kursi berada paling ujung. Kursi ini tidak ditujukan untuk penumpang tertentu. Baik laki-laki maupun perempuan bisa duduk di kursi ini.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Eits! Ada lagi kursi berwarna orange lainnya. 2 bentuk kursi yang didesain khusus bagi penyandang difabel. Terdapat dipan beserta sabuk pengamannya yang berfungsi untuk menyandarkan dan menjaga keamanan penumpang pengguna kursi roda. Di depannya, terdapat kursi lipat untuk penumpang yang menggunakan tongkat alat bantu jalan/kruk.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Selain kursi, di dalam Suroboyo Bus ini terdapat hand holder sebanyak 13 buah masing-masing berada di sebelah kanan dan kiri.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Secara keseluruhan, bus ini memiliki kapasitas sebanyak 67 penumpang (tidak termasuk penyandang difabel). Jika kuota penumpang telah memenuhi, maka pintu bus akan tertutup secara otomatis. Jadi ini akan meminimalkan penumpang untuk berdesak-desakan dalam bus.

CCTV dan monitor petunjuk
Suroboyo Bus memiliki sistem kendali (CCTV) yang berfungsi sebagai keamaan penumpang. Terdiri dari 12 buah CCTV yang terpasang, di antaranya 8 buah di dalam, 4 buah tersebar di sisi kanan dan kiri bus. Monitor petunjuk fungsinya untuk memberi tahu penumpang tentang tempat pemberhentian bus selanjutnya. Nanti juga akan terintegrasi dengan stopping bus. Apa itu stopping bus?

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Stopping bus
Oh ya! Bagi kalian yang ingin turun dari bus, sekarang tidak perlu berteriak, "Pak, kiri pak!" atau "Pak halte x pak!" di dalam Suroboyo Bus ini terdapat tombol untuk "request" agar bus berhenti pada halte terdekat. Bus ini tidak akan sembarangan menurunkan penumpang di pinggir jalan, ya hehe. Harus pada halte atau bus stop. Jadi kalau misalkan kita ingin turun di Taman Bungkul, padahal di sana tidak ada halte atau bus stop kita akan diturunkan di halte sebelum Taman Bungkul yaitu Halte Darmo.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Rute Suroboyo Bus
Untuk beberapa waktu ini, Suroboyo Bus hanya melayani dan mengantarkan penumpang dari halte Purabaya hingga halte Rajawali saja. Berikut adalah rute yang dilalui oleh Suroboyo Bus:

Jalur 1 (Rute Purabaya-Rajawali)
Halte Dukuh Menanggal -- Halte Siwalankerto -- Halte Taman Pelangi -- Halte RS Bhayangkara -- Halte UBHARA -- Halte Purvetma -- Halte Wonokromo -- Halte Joyoboyo -- Halte Museum Bank Indonesia -- Halte RS Darmo -- Halte Pandegiling -- Halte Basuki Rahmat -- Halte Kaliasin - Halte Embong Malang -- Halte Blauran -- Halte Pirngadi -- Halte Pasar Turi -- Halte Masjid Kemayoran -- Halte Indrapura dan yang terakhir adalah Halte Rajawali.

Jalur 2 (Rute Rajawali-Purabaya)
Halte Rajawali -- Halte Jembatan Merah -- Halte Veteran -- Halte Tugu Pahlawan -- Halte Alun -- Alun Contong -- Halte Tunjungan -- Halte Simpang Dukuh -- Halte Gubernur Suryo -- Halte Panglima Sudirman -- Halte Sono Kembang -- Halte Urip Sumoharjo -- Halte Pandegiling -- Halte Santa Maria -- Halte Darmo -- Halte Marmoyo -- Halte Halte Joyoboyo -- Halte RSAL -- Halte Margorejo -- Halte UIN -- Halte Siwalankerto dan berakhir kembali di Halte Purabaya.

Ticketing
Naaah! Ini dia bagian yang paling ditunggu - tunggu. Puncak dari segala puncak hahaha. Karena saat saya memberikan sneak peek pada beberapa akun sosial media yang paling ditanya adalah soal ticketing yang unik.

Untuk beberapa hari kedepan (hingga akhir April 2018) tiket naik Suroboyo Bus ini gretong alias GRATIS!

Tapi, untuk kalian yang ingin menyetorkan botol plastiknya boleh dan sah-sah saja kok. Per 1 Mei 2018, sistem ticketing yang sebenarnya adalah dengan menggunakan botol plastik. Lalu jenis dan ukurannya untuk 1 tiket Suroboyo Bus adalah menukarkan 10 buah gelas plastik air mineral atau 5 buah botol plastik ukuran tanggung atau 3 buah botol plastik ukuran besar. Mekanismenya, penumpang membawa salah satu kriteria plastik tersebut pada halte terdekat atau bank - bank sampah untuk menukarkannya dengan 1 tiket perjalanan Suroboyo Bus.

Bagaimana untuk ke depannya? Apakah akan tetap berjalan dengan sistem penukaran sampah plastik? Jawabannya belum tahu. Bergantung kepada kebijakan pemerintah yang ada. Jika akan diberlakukan biaya, biayanya kurang lebih sama seperti dengan bus pada umumnya. Jauh dekat Rp 6000 menggunakan e-money.

Ohya! Nanti saat naik bus, kalian akan mendapatkan tiket seperti ini:

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Tiket ini jangan sampai hilang, robek, terlipat bahkan basah ya. Karena tiket ini digunakan untuk scanning penumpang yang naik dan turun. Kalau kamu berangkat dari Halte Joyoboyo dan berakhir di Halte Kaliasin, petugas akan scan barcode yang terdapat di tiket kamu dan memilih Halte Kaliasin sebagai tujuan akhir kamu. Kalau yang ini milik saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2