Mohon tunggu...
Archangela Mola
Archangela Mola Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Kriminologi

Sekedar berbagi tulisan opini

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Waspada Kekerasan Simbolik!

26 Juli 2022   20:22 Diperbarui: 26 Juli 2022   20:26 53 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Hai readers, kekerasan simbolik itu apa sih ? yuk simak !

Sebagai manusia, kita sangat dekat dan hidup berdampingan satu dengan yang lain. Sehingga, mengakibatkan kehadiran fenomena sosial di tengah kehidupan. 

Kehadiran fenomena sosial ini tanpa disadari hadir sebagai sebuah penyimpangan bahkan kejahatan loh. Akan tetapi, tidak semua fenomena tergolong dalam hal ini. Banyak fenomena sosial yang justru membawa dampak positif bagi kita. 

Back to the topic, Dikemukakan oleh Pierre Bourdieu, sosiolog asal Perancis, Kekerasan simbolik ini merupakan suatu kekerasan akibat adanya fenomena sosial yang dikonstruksi oleh masyarakat sebagai suatu kewajaran, bahkan pembenaran, meskipun hal tersebut salah. 

Kekerasan simbolik ini sebagai wujud nyata pengaruh perbedaan kekuasaan atas kelas atas dan bawah, dan terdapat tekananan. 

Apa sih contohnya ? 

1. Sikap kasar orang tua kepada anak

Terkadang dalam suatu waktu tertentu, orang-tua merasa memiliki kekuasaan atas anaknya, dan melakukan tindakan pemaksaan, kekerasan verbal dan fisik untuk menuntut sang anak agar mengikuti kemauannya. 

Sikap ini harus dihindari, layaknya orang-tua ingin dihargai, maka perlakukanlah sang anak dengan bijaksana, baik secara fisik maupun psikis. Love family 

2. Tekanan pekerjaan 

Banyak masyarakat di Indonesia tidak menyadari bahwa, mereka sebagai pekerja merupakan korban atas kekerasan ini. Seringkali, perlakukan negatif yang diterima dianggap dan dibenarkan sebagai hal yang wajar dalam pembenaran atas sisi ekonomi yang di dapat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan