Mohon tunggu...
Ararya Pandya Arjana
Ararya Pandya Arjana Mohon Tunggu... Lainnya - pelajar SMAN 28 Jakarta

studying....

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Pilihan

Dream Along

25 November 2020   23:49 Diperbarui: 2 Desember 2020   18:17 407
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sakura langsung bergegas untuk mencari tempat yang cocok untuk melakukan hal ini. Mereka berdua memutuskan melakukan nya di lapangan dekat perpustakaan dan memutuskan untuk melakukannya esok hari.

Esok hari nya mereka berkumpul di tempat yang sudah dijanjikan, Sakura sudah membara bensin dan korek api untuk membakar buku terebut, ketika ia hendak membakar buku tersebut tiba - tiba Rafi menghentikan nya.

“Tunggu !” Rafi menggenggam tangan Sakura dan berusaha menghentikan nya

“Kenapa, bukankah ini hal yang sudah kamu tunggu sejak lama Raf ?”

“Biarkan aku saja yang membakar nya, mungkin ini akan jadi berbahaya”

“Baiklah, kalau begitu ini kuserahkan pada mu”

Rafi mengambil korek dari tangan Sakura dan kemudian ia mulai membakar buku itu, saat buku itu terbakar banyak sekali asap keluar dari buku itu, namun bukan berwarna hitam, melainkan berwarna putih. Seketika wajah Sakura menjadi panik karena ia tidak bisa melihat apapun di sekitar nya. Namun seketika wajahnya kembali tenang ketika melihat Rafi menggapai tangan nya dan menenangkan nya.

“Tenang saja semua akan baik -baik saja”

Ketika kata – kata tersebut mencapai telinga nya semua kekhawatiran nya menghilang, selama ini hanya kepada Rafi seorang ia bisa bersandar, sudah lama sejak mereka pertama bertemu, tentu banyak hal sudah dilewati selama mereka memecahkan misteri dari buku tersebut, dan selama ini Rafi selalu baik kepadanya.

Tak lama kemudian pandangan Sakura mulai kabur dan ada sepatah kata dari mulut Rafi yang mencapai telinga nya sebelum ia kehilangan kesadaran, “Terimakasih telah menemani ku selama ini, dan selamat tinggal”. Melihat tubuh Sakura perlahan menghilang Rafi hanya bisa menahan senyumnya agar Sakura tidak perlu khawatir padanya.

Setelah kejadian tersebut kepala Sakura terasa sakit seperti seluruh ingatan dan kesadaran kembali ke tubuh nya secara tiba – tiba, dan saat ia terbangun ia berada di rumah sakit. Seorang dokter menghampiri nya dan menanyakan beberapa hal mengenai keadaan tubuh nya, pada saat itu Sakura masih kebingungan kenapa dirinya terbangun dalam rumah sakit, apakah ia sudah terbebas ? bagaimana dengan Rafi ?, apa semuanya hanya mimpi ?.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun