Mohon tunggu...
Arai Jember
Arai Jember Mohon Tunggu... Katakan Dengan Tulisan Jika Tak Sanggup Berlisan

Menulis itu investasi. Setiap kebenaran tulisan adalah tanaman kebaikan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menghijrahkan Sekularisme

9 September 2019   04:09 Diperbarui: 9 September 2019   04:13 93 1 0 Mohon Tunggu...

Perbincangan seputar hijrah selalu menghangat. terlebih ketika gelombang hijrah di berbagai kalangan kian meningkat. Hijrah diartikan pindah tempat, sebab demikianlah makna bahasanya. 

Namun An Nabhani dalam Asy-syakhsiyyah Al Islamiyyah, II/276, menuliskan bahwa para fuqaha mendefinisikan hijrah sebagai aktivitas keluar dari darul kufur menuju darul Islam. 

Darul Islam adalah sebuah wilayah yang keamanannya berada di tangan kaum muslimin secara penuh. Dan di dalamnya diterapkan aturan Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Sedangkan darul kufur adalah sebaliknya. Dalam hal ini, darul Islam yang dimaksud kala itu adalah Madinah.

Dipilihnya Madinah sebagai tujuan hijrah bukan tanpa alasan. Rasulullah memandang Madinah sebagai daerah strategis untuk hijrah dikarenakan di sana ada dua kelompok besar yang hidup di sana dengan kondisi saling membenci. 

Kelompok bangsa Arab pemuja berhala dan kelompok Yahudi ahli kitab. Kedua kelompok ini bersaing ketat untuk mendapatkan kendali kepemimpinan. Sehingga jika salah satu mampu ditarik sebagai pengemban Islam dan ideologi nya, besar peluang kendali kepemimpinan atas Madinah bisa dikendalikan kaum muslimin.

Oleh karenanya Rasulullah mengambil peluang emas ketika ada kelompok suku Khazraj dari Madinah yang kabarnya hendak ke Mekah. Rasulullah menawarkan Islam kepada mereka. 

Qadarullah, perwakilan suku Khazraj menerima seruan itu dengan baik. Mereka kemudian pulang ke Madinah dengan bekal keimanan dan mengajak untuk masuk Islam. Islam pun dengan cepat menyebar di sana. Dan di musim haji tahun berikutnya terjadilah baiat Aqabah pertama.

Pasca baiat Aqabah pertama, Rasulullah mengirim Mush'ab bin Umair untuk mengemban misi membumikan ideologi Islam di Madinah. Keseharian nya diisi dengan mengajari penduduk Madinah baca Quran, mengajari konsep Islam, dan sekaligus memberikan pemahaman tentang rasa cinta berkorban untuk agama. 

Ia juga bertugas mengenal karakter penduduk dari dekat. Dengan pengenalan itu, ia bisa menyiapkan delegasi yang siap menjadi "penolong" Islam. Dan hal itu dibuktikan dengan sukses baiat Aqabah kedua dan ketiga di tahun haji berikutnya.

Rangkaian baiat ini adalah pertanda suksesnya strategi Rasulullah membangun pelindung dakwah di Madinah. Maka, diperintahkan muslim Mekah agar memiliki hijrah secara bergelombang ke Madinah. 

Di kotata itu tujuan hijrah bukan sekedar pindah menyelamatkan diri dari Mekah, melainkan untuk mendirikan masyarakat aman. Masyarakat yang kendali keamanan dan kepemimpinannya ada di tangan Islam, sistem ilahiah dari Allah SWT. Komunitas masyarakat inilah yang dinamakan Daulah Madinah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x