Mohon tunggu...
Ajeng Arainikasih
Ajeng Arainikasih Mohon Tunggu... Sejarawan - Scholar | Museum Expert | World Traveller

Blogger - Writer - Podcaster www.museumtravelogue.com www.ajengarainikasih.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Museum dan Sejarah India yang "Terlupakan"

21 Desember 2020   10:15 Diperbarui: 21 Desember 2020   10:33 544
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Pexels / Pixabay

Namaskaar!*

Jujurnya, selama ini saya hanya tahu bahwa pada masa Perang Dunia 2 Jepang menjajah dan berperang di negara-negara Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik. Saya sama sekali "tidak punya ide" bahwa Jepang juga menduduki dan berperang di wilayah Asia Selatan! 

Nah, sepertinya sejarah Perang Dunia 2 ini juga agak kurang terekspos, terlupakan (dan mungkin cukup kontroversial) di negara-negara Asia Selatan, termasuk India. Padahal, ada wilayah India yang pernah dijajah Jepang, dan ada pula perang besar yang terjadi antara Inggris/India dan Sekutu lawan Jepang yang berada di wilayah India. 

Museum of Japanese Occupation dan Kalapani Museum, Port Blair

Cerita pertama berkisar mengenai pendudukan Jepang di Kepulauan Andaman dan Nicobar yang merupakan bagian dari India. Kepulauan Andaman dan Nicobar terletak di teluk Benggala. 

Dahulu kepulauan tersebut merupakan koloni Inggris. Pada masa itu, di kota nya, Port Blair, ada penjara tempat tahanan politik Inggris dibuang. Tahun 1942 setelah Myanmar dikuasai Jepang, Kepulauan Andaman dan Nicobar pun tidak lama jatuh ke tangan Jepang. Orang Inggrisnya kemudian dibuang ke Singapura sebagai tawanan perang, dan tahanan politik Inggris di Port Blair dibebaskan untuk menjadi kolaborator Jepang. 

Selama 3 tahun masa pendudukan Jepang, rakyat tersiksa. Mereka disiksa, dibunuh, disuruh bekerja paksa membuat lapangan terbang dan bercocok tanam (karena sumber makanan sulit didapat). Perempuan Korea dan Malaysia juga didatangkan ke kepulauan tersebut untuk menjadi comfort woman atau budak seks Jepang. Setelah Perang Dunia 2 usai, di Port Blair dibangun monumen yang didirikan untuk memperingati menyerahnya Jepang. Namun, sejarah kelam ini kini kurang diketahui, baik oleh turis maupun oleh penduduk Kepulauan Andaman dan Nicobar sendiri, terutama generasi muda. 

Oleh sebab itu, tahun 2013, atas prakarsa kepolisian India, Museum of Japanese Occupation dibuka di Port Blair untuk memperingati sejarah kelam penjajahan Jepang tersebut. Museumnya dibuka gratis, dan diresmikan oleh 2 orang yang orang tuanya meninggal dibunuh oleh Jepang di era Perang Dunia 2 di Kepulauan Andaman dan Nicobar. 

Selain itu, ada pula Kalapani Museum (museum swasta) yang menceritakan mengenai penjajahan Jepang di Kepulauan Andaman dan Nicobar. Tata pamernya berupa diorama, foto, film dan arsip/dokumen terkait penjajahan Jepang tersebut. Konon katanya, tiket masuk museum juga termasuk pemandu, izin foto dan segelas teh/kopi. 


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun