Mohon tunggu...
Aquilla Annasya
Aquilla Annasya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi menonton film dan main ice skating

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pilihan yang Diremehkan

18 Oktober 2022   15:04 Diperbarui: 18 Oktober 2022   15:08 87
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Saat itu aku adalah seorang siswi biasa di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di kota Jakarta. Pada saat kenaikkan kelas menuju kelas 12, aku mulai memikirkan jurusan kuliah yang akan ku ambil. Dulu ketika aku duduk di kelas 10 aku sangat ingin mengambil jurusan Ekonomi. Tetapi mengingat aku bukan dari jurusan IPS, maka aku tidak bisa memilih jurusan tersebut. Sejak kelas 11 aku mulai tertarik pada mata pelajaran Kimia dan mulai berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah dengan jurusan Kimia Murni. Sebelumnya justru aku sangat tidak suka dengan mata pelajaran Kimia dan sering mendapatkan nilai dibawah KKM. Suatu hari aku dan mama berbincang di teras rumah mengenai perkuliahan. Aku memberi tahu ingin mengambil jurusan Kimia Murni. Namun, mama kurang setuju dengan pilihanku. Hal ini dikarenakan mamaku termakan perspektif apabila masuk jurusan Kimia yang sering bertemu dengan bahan-bahan Kimia yang berbahaya dan beresiko bagi kesehatan, dan juga dapat menyebabkan susah punya anak nantinya atau biasa disebut dengan 'mandul'.

"Jangan deh kak, resikonya besar kalo ngambil jurusan Kimia. Mama pernah baca katanya nanti terkontaminasi bahan-bahan kimia yang berbahaya, terus juga bisa susah hamil nantinya." Ucap mama dengan khawatir.

"Nggak kok ma, kan nanti di labnya make APD lengkap biar ga terkontaminasi jadi aman."

Aku berusaha memberi pengertian kepada mama supaya tidak perlu khawatir tentang perspektif orang mengenai jurusan yang aku pilih. Walaupun membutuhkan waktu untuk meyakinkan mama, akhirnya mama menyetujui pilihanku tersebut. Ditambah dengan faktor pendukung lainnya yaitu nilai mata pelajaran Kimia ku yang alhamdulillah tergolong bagus. Mama tidak pernah menuntut aku dalam pemilihan jurusan kuliah.

Pendaftaran SNMPTN pun dibuka. Pendaftaran jalur undangan, yang saingannya benar-benar ketat karena bukan cuma aku yang ingin masuk PTN tapi ada ratusan ribu siswa SMA lain juga yang mempunyai keinginan yang sama denganku. Aku sudah matang memilih untuk mendaftar jurusan kimia murni di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta. Benar-benar jurusan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku memutuskan mengambil jurusan ini setelah melalui berbagai pertimbangan. Saat aku memberi tahu tentang pilihanku kepada beberapa teman-temanku, mereka memberi respon yang cukup membuatku down.

"Loh qil, lu kok ga milih universitas yang top sih? Nilai lu kan lumayan, sayang banget atuh malah ngambil UIN."

"Yahh ngambilnya di UIN, nyari aman ya lu? UIN kan gampang masuknya."

"Yaelah ngambil UIN, saingannya dikit itumah, kirain ngambil univ yang bagus."

Mereka seperti meremehkan jurusan dan universitas yang aku pilih karena tidak ranking 10 besar universitas terbaik di Indonesia. Aku hanya bisa terdiam saat mereka berkata seperti itu padaku. Akan tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan keputusanku. 

Sebulan kemudian keluarlah pengumuman hasil SNMPTN dan alhamdulillah aku diterima di UIN Jakarta dengan jurusan kimia murni. Di kelasku hanya ada 2 orang yang diterima melalui jalur SNMPTN. Aku membuka hasil pengumuman terdebut di parkiran motor bersama teman-temanku saat pulang sekolah. Awalnya aku sangat senang karena termasuk ke dalam orang yang beruntung bisa diterima masuk PTN negeri dengan jalur undangan. Akan tetapi ekspresiku seketika berubah menjadi biasa saja saat karena lagi-lagi temanku menjatuhkanku dengan berkata yang tidak mengenakkan hati.

"Gimana hasilnya qil? Pasti lolos ya? Kan milihnya UIN."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun