Mohon tunggu...
Kokoh Hendra Liem
Kokoh Hendra Liem Mohon Tunggu... Freelancer - Saya adalah penulis pemula yang sedang belajar menulis

Leap up your spirit Reach out for what you want to Reach for your future... Fly to the sky if you need to

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Tips Sederhana Untuk Menentukan Setting (LN)

17 Januari 2011   23:38 Diperbarui: 26 Juni 2015   09:28 649
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Dear all Kompasianaer,

Dalam tips menulis kali ini, saya cuma pengen berbagi tips sederhana yang biasa saya pake untuk menghidupkan setting (latar belakang tempat/waktu/suasana) cerita. Saya pernah menulis beberapa cerita yang ber-setting luar negeri seperti Gaza, Jepang, London, Oxford, Manhattan, Seattle, NYC … dan alhamdulillah mendapat respon cukup baik dari teman-teman penulis yang lain.

Sebagian dari mereka ada yang bertanya seperti ini:

‘Kok bisa sih menggambarkan settingnya sedetil itu mbak? Serasa bener-bener ada Manhattan.’

‘Hah? Jadi tempat-tempat dalam cerita itu beneran ada? Gimana caranya mbak bisa tahu padahal belum pernah ke sana?’

‘Huaaaa, jadi pengen ke sana. Settingnya berasa banget.’

Mungkin pendapat teman-teman saya sedikit berlebihan, karena menurut saya, siapa pun bisa membuat setting cerita menjadi hidup dengan sedikit kerja keras dan imajinasi. Berikut adalah hal-hal yang selalu saya lakukan untuk menghidupkan setting cerita:


  1. 1. Menentukan setting utama cerita


Misalnya nih, saya pengen cerita saya mengambil tempat di Amerika. Maka, yang saya lakukan pertama kali adalah menentukan satu lokasi spesifik dari ribuan tempat di Amerika. Setelah berpikir dan mempertimbangkan, anggaplah saya memilih Olympia, Washington State. Tempat itulah yang nantinya menjadi settingutama cerita saya.


  1. 2. Membuat daftar setting pendukung


Setelah saya memilih Olympia menjadi setting utama, biasanya saya bikin daftar berisi tempat-tempat di Olympia yang mungkin ‘dikunjungi’ tokoh ceritanya. Misalnya tokoh ceritanya suka ngopi, jalan-jalan di taman, saudara kembarnya baru saja meninggal, tinggal di rumah peristirahatan warisan sang kakek, dll. Daftarnya kira-kira akan jadi seperti ini:


  1. Coffee shop
  2. Taman kota
  3. Pemakaman
  4. Rumah peristirahatan, dst.

  1. 3. Gali setting-setting itu lebih jauh


Thanks to Uncle Google and Aunt Wikipedia! Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, masalah paspor dan visa bisa dicuekin dulu. Well, meskipun saya punya paspor, toh saya baru berhasil ngabur ke Singapura J. Oke, setelah daftar setting pendukung dibuat, mulailah berkelana di dunia maya untuk menemukan tempat-tempat dalam daftar itu.

Cukup ketik: Olympia+coffee shops di kolom pencari, maka kita akan dengan mudah mendapatkan sejembreng info tentang coffee shop lengkap dengan alamat, foto, menu andalan sampe harganya. Komplit plit. Tinggal pilih sesuai selera. Kalo perlu, saya bahkan mendownload foto-fotonya untuk menggambarkan detil eksterior, interior dan suasananya (kurang kerjaan gak sih?)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun