Mohon tunggu...
Aqila NA
Aqila NA Mohon Tunggu... Psikolog - mahasiswa

mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Self-Diagnosis

20 September 2022   23:13 Diperbarui: 20 September 2022   23:21 31 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Self-Diagnosis yang beredar di internet

                      Aqila Nur Amara

                        Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi

                        Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

  • PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  •  

Majunya teknologi membuat masyarakat semakin mudah untuk mengakses informasi tentang kesehatan dan penyakit mental. Situs web yang beredar memberikan kemungkinan diagnosis untuk gejala yang di alami oleh seseorang. Kemudian membantu seseorang itu untuk memutuskan apakah kan mengbati sendiri atau memerlukan tenaga ahli. (Ryan & Wilson, 2008). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memgetahui persepsi dokter tentang informasi kesehatan mental yang beredar di internet. Masyarakat merasa bahwa informasi-informasi kesehatan di internet dapat meningkatkan pengetahuan pasien. (Kim & Kim, 2009). Banyak pasien yang lebih mempercayai informasi kesehatan mental yang ada di internet. Alasanya adalah mereka takut dengan apa yang dikatakan oleh dokter jika keluhan mereka adalah suatau gejala penyakit yang buruk. (Kim & Kim, 2009).

  • Rumusan Masalah
  • Bagaimana para ahli menangani diagnosis yang di dapatkan pasien dari Internet?
  • Apakah hasil diagnosis pasien yang di dapatkan dari para ahli sama dengan yang pasien dapatkan dari internet?
  • Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah agar para pembaca teredukasi tentang

mendiagnosis dirinya sendiri sesudah membaca informasi tentang kesehatan mental di internet.

  • METODE 

Kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengertian

kualitatif sendiri adalah penelitian yang ditunjukan untuk menganalisis suatu fenomena peristiwa, perilaku, aktivitas sosial, persepsi, kepercayaan, dan pemikiran seseorang secara individual maupun kelompok. (Bachri, 2010).

  • HASIL DAN PEMBAHASAN
  •  
  • Komunikasi antar para ahli atau dokter dengan pasien sangatlah penting. Pasien datang ke dokter dengan harapan bahwa penyakit yang diderita pasien akan sembuh. Pasien wajib menyampaikan keluhannya dengan sejujur-jujur nya.

Pasien yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi akan mencari informasi terlebih dahulu di internet mengenai keluhan yang ia rasakan. Lalu pasien datang ke dokter dengan membawa diagnosis tersebut. Dokter tidak perlu merasa bahwa pasien tersebut 'menggurui'. Seorang dokter harus bijaksana dalam menghadapi kasus seperti ini. Dokter harus tulus dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Seperti yang terkandung dalam pasal 14 KODEKI (Kode Etik Kedokteran Indonesia).

Dokter hanya perlu meyakinkan pasien bahwa diagnosis yang didapatkan dari internet tersebut belum tentu benar. Dokter haru menunjukkan sikap yang tenang. Jangan sampai akibat pasien mendiagnosis dirinya sendiri dokter bersipak seperti tidak menghormati pasien tersebut. (Santosa, Purwadianto, Sidipratomo, Pratama, & Prawiroharjo, 2018).

  • SIMPULAN 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan