Mohon tunggu...
Anas Apriyadi
Anas Apriyadi Mohon Tunggu...

Hanya karyawan swasta yang suka baca. ~menulis menyehatkan jiwa~

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

"Nabi" Kulit Hitam Amerika yang Membawa Ali ke Islam

8 Juni 2016   11:55 Diperbarui: 8 Juni 2016   12:14 806 1 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Nabi" Kulit Hitam Amerika yang Membawa Ali ke Islam
sumber pinterest.com

Meninggalnya Muhammad Ali sang mantan juara tinju dunia legendaris membuat banyak orang berduka, apalagi di Indonesia. Meski saya yakin banyak diantara kita yang tidak secara langsung menyaksikan kehebatan Ali pada zamannya termasuk saya generasi 90an ke atas. Bahkan bagi orang yang sama sekali tidak menyukai atau paham dunia tinju profesional yang saya lihat banyak mengungkapkan rasa dukanya di media sosial. Penyebabnya mungkin kisah perjuangan sang juara Ali memang menginspirasi banyak orang, sebab lain adalah karena Muhammad Ali yang muslim membuat kita yang ada di Indonesia lebih merasa dekat dengannya, walaupun pada zamannya saya yakin Ali dicintai dan menjadi juara banyak orang dari berbagai suku dan agama.

Pada hari kematian Ali medsos kita ramai dengan gambar yang menyentuh bagi kita umat Islam, sebuah artikel koran "Muhammad Speaks" dengan judul Allah Is The Greatest dan gambar dirinya yang menunjukkan sebagai juara dunia Ali bukan apaapa dibanding Allah yang Maha Besar. Melihat foto di pojok kanan atas koran itu saya jadi teringat dengan Yang Mulia Elijah Muhammad, mantan pemimpin organisasi Nation of Islam (NOI), dan ya Muhammad Speaks di situ tentu tidak merujuk pada Nabi Muhammad SAW dari Makkah tapi Rasul Elijah Muhammad dari Detroit. Bagi yang belum tahu, Ali pertama kali tahu Islam melalui sekte NOI pada tahun 1960an meski pada akhirnya beralih ke ISlam Sunni pada umumnya pada tahun 70an. NOI memang agak berbeda dengan Islam pada umumnya (saya menggunakan kata berbeda, jika ada semacam FPI atau MUI di USA mungkin ada yang bilang sesat, sebagian ahli di Amerika juga menggolongkan NOI sebagai agama yang berbeda dengan Islam).

Meski agak berbeda disadari atau tidak keberadaan NOI dan Ali didalamnya jadi tonggak penting berkembangnya Islam di negeri adidaya itu. NOI lahir pada tahun 1930 untuk meningkatkan derajat kaum kulit hitam Amerika secara spiritual, ekonomi, dan politik di tengah diskriminiasi kulit putih Amerika. Meski ajaran utamanya untuk perjuangan kulit hitam, ternyata pendiri NOI bukan warga kulit hitam, tetapi warga dengan ras kaukasian, Wallace D Fard Muhammad. Siapa sebenarnya WD Fard ini masih misterius, memulai dakwahnya pada warga kulit hitam di Detroit pada 1930  secara door to door, empat tahun setelahnya keberadaannya tidak diketahui, menghilang. Latar belakangnya juga tidak jelas, bahkan FBI sampai perlu melakukan penyelidikan latar belakangnya, berbagai teori dikeluarkan bahkan sampai yang terburuk seperti WD Fard adalah seorang Turki Nazi hingga mantan Napi. Kemungkinan terkuat namun ditolak sejarahnya oleh NOI, WD Fard sebelumnya menjadi anggota Moorish Science Temple of America, organisasi yang nantinya dijelaskan ada kemiripan faham dengan NOI, MSTA didirikan Timothy Drew (Drew Ali) pada tahun 1913 yang meyakini bahwa kaum kulit hitam Amerika merupakan keturunan bangsa Moor di Africa dan karenanya beragama Islam. Dalam pencariannya, Drew bertemu semacam dukun dari Mesir yang menyebut Drew sebagai titisan Yesus, Budha, Muhammad, dll, Drew juga diberi Al-Quran plus ayat yang hilang jadi MSTA punya Quran sendiri yang agak beda. Disini ada kemungkinan sanad paham keagamaan NOI berasal, dari orang Mesir gak tahu siapa ke Drew Ali ke WD Fard ke Elijah Muhammad.

Kembali ke WD Fard, meski hanya aktif membentuk NOI selama empat tahun pengikutnya ternyata banyak, setelah dia menghilang NOI dipimpin oleh muridnya, Elijah Muhammad. Di masa Elijah NOI mencapai era keemasan. Dari sisi faham, dengan kemisteriusan WD Fard, Elijah meyakini WD Fard adalah Sang Mahdi bahkan pada ekstrimnya perwujudan dari Allah itu sendiri di dunia, hari kelahiran WD Fard juga dirayakan sebagai hari keagamaan mereka Saviour's Day.

Selain itu, Elijah Muhammad diyakini sebagai rasul, berbeda dari keyakinan Islam kebanyakan dimana nabi dan rasul terakhir adalah Muhammad SAW. Keyakinan mereka didasarkan pada QS 10;47 "Tiap-tiap bangsa mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya", dan ya bagi mereka Elijah Muhammad adalah rasul yang diturunkan Allah pada kaum kulit hitam Amerika yang tengah tertindas.

Pada awal-awal keberadaannya, ibadah-ibadah dalam NOI memang berupaya seperti Islam ada shalat, puasa, dll. namun dengan penyesuaian kondisi disana dan pengetahuan mereka, tak dapat dipungkiri pengaruh protestanisme sangat kuat di Amerika hingga saat ini, karenanya tempat ibadah NOI seperti gereja dengan kursi-kursi, cara shalat tentu berbeda karena tidak bisa sujud dan rukuk dong kalau ada kursi, meski yang saya baca NOI tidak mewajibkan shalat lima waktu, Ibadah Jumat tetap wajib ke masjid NOI seperti kristen ke gereja setiap minggu, namun tidak ada shalat hanya berdoa dan mendengarkan ceramah. Bulan puasa pada awalnya oleh NOI dilakukan pada bulan Desember bukan Ramadhan, dengan begitu Idul Fitri jatuh bersama dengan Natal. Namun sepertinya sedikit demi sedikit cara ibadah itu kini mulai dirubah termasuk berpuasa ya pada bulan Ramadhan.

Secara politik NOI tetap meyakini supremasi kulit hitam, kaum kulit putih adalah iblis. Mereka meyakini bangsa kulit hitam saat ini keturunan suku shabazz yang merupakan ras asli manusia, semua bangsa di dunia saat ini -kecuali kulit putih- diturunkan dari bangsa kulit hitam. NOI bahkan seperti siap berperang dengan memiliki kelompok paramiliter Fruit of Islam. 

Keberpihakan dan mimpi akan ras kulit hitam ini yang membuat NOI berkembang cukup pesat pada pertengahan abad 20 di Amerika, dan bertambah kuat dengan adanya sang juara dunia tinju Cassius Clay bergabung dengan NOI, nama Muhammad Ali juga diberikan oleh sang rasul Elijah Muhammad, Ali yang cukup fanatik seakan menjadi juru dakwah yang efektif bagi NOI, apalagi saat dia menolak ikut perang di Vietnam karena bertentangan dengan ajaran agamanya.

Makin banyak orang yang bergabung dalam organisasi NOI membuat paham NOI dikaji termasuk oleh orang didalamnya sendiri yang cukup kritis, Disitulah NOI mulai melemah setelah orang di dalamnya mulai merasa kurang sreg dengan faham keagamaan dalam NOI setelah membandingkannya dengan Islam lainnya. Malcolm X (Malik Ash-Shabazz)salah satu petinggi NOI dan tokoh kulit politik hitam Amerika Serikat yang sejajar dengan Martin Luther King jr, memulai keluar dari NOI setelah melakukan perjalanan haji ke makkah dan mendapati beberapa perbedaan dalam ibadah NOI termasuk dalam faham ras, saat bertemu dengan banyak jamaah dari berbagai negara dalam berhaji dia juga menyadari dalam Islam semua ras sama di hadapan Allah tak ada yang lebih super.

Setelah meninggalkan NOI Malcolm tetap melakukan aktivitas politiknya dengan berorasi keliling memperjuangkan kesamaan hak bagi warga kulit hitam. Saat dia berorasi itulah Malcolm ditembak mati oleh anggota Nation of Islam yang memang menaruh benci padanya. Kematian Malcolm menimbulkan kesedihan bagi banyak warga kulit hitam Amerika tak hanya bagi yang muslim atau NOI, termasuk Muhammad Ali yang sangat dekat dengan Malcolm.

Penurunan NOI sendiri mencapai puncaknya pada tahun 1975, setelah kematian Elijah Muhammad, anaknya Warith Deen Muhammad menjadi pemimpin NOI, Warith ternyata mengikuti jalan Malcolm dengan melakukan reformasi besar-besaran pada NOI, Warith menegaskan ayahnya bukan rasul dan WD Fard bukan Mahdi atau perwujudan Allah. Tempat ibadah NOI dirubah menjadi masjid, dan berbagai perubahan lainnya dalam faham dan ibadah sehingga menjadi Islam Ahlus Sunnah Waljamaah (sunni) seperti pada umumnya, nama NOI kemudian dirubah menjadi American Society of Muslims. Secara politik Warith juga menglarifikasi sebutan iblis untuk warga kulit putih dan membubarkan kelompok paramiliter NOI, FOI. Konversi masal ini diikuti para pengkut NOI seluruh Amerika termasuk Muhammad Ali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN