Mohon tunggu...
Aprillia Wahyu
Aprillia Wahyu Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Program Studi Agroekoteknologi

Aprillia Wahyu Wijayanti merupakan mahasiswi tahun keempat Universitas Diponegoro Semarang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Mahasiswi KKN Tim II Undip Sulap Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan Segar di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang

2 Agustus 2021   09:59 Diperbarui: 2 Agustus 2021   18:37 203 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswi KKN Tim II Undip Sulap Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan Segar di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang
upload-61075d7815251045ef243662.jpg

Foto : kiri sebelum pelaksanaan program kerja, kanan sesudah pelaksanaan program kerja

Tembalang, Kota Semarang (02/08/2021) – Pada 30 Juni 2021 mahasiswa/i KKN Tim II Periode 2021 Universitas Diponegoro, Semarang resmi memulai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan upacara penerjunan oleh Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., Rektor Undip, secara daring melalui Zoom dan Youtube. KKN Tim II tahun ini masih dilaksanakan di kampung halaman masing-masing atau disebut KKN Pulang Kampung mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum memungkinkan untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) seperti tahun-tahun sebelumnya.

KKN dilaksanakan dengan tema “Sinergitas Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan (SDG’s) melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN)” selama 45 hari terhitung sejak 30 Juni sampai dengan 12 Agustus 2021.

Kondisi pandemi tidak menyurutkan semangat mahasiswa/i Undip dalam mengabdi kepada masyarakat sesuai disiplin ilmu masing-masing. Aprillia Wahyu Wijayanti (21), mahasiswi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian melaksanakan program pojok hortikultura di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang tepatnya di RT 02 RW II. Pelaksanaan program tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Dibawah bimbingan Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Aprillia sebelumnya telah melakukan observasi dan analisis situasi di lapangan. Berdasarkan hasil observasi tersebut, menurut Aprillia masih terdapat banyak lahan-lahan pekarangan serta taman-taman RT yang belum dikelola dengan optimal oleh masyarakat sekitar.

Menikdaklanjuti hasil observasi, Aprillia bersama 2 mahasiswi lain, Zahra (21) dan Rini (20) melakukan 2 kegiatan yaitu mendirikan pojok hortikultura dan membuat modul budidaya. Pojok hortikultura merupakan kegiatan menanam berbagai jenis sayuran diantaranya cabai, tomat, kangkung, bayam merah, bayam hijau, dan sawi di dalam polibag serta menggunakan sistem pertanian vertikultur dengan memanfaatkan botol-botol bekas di lahan pekarangan milik salah satu warga RT 02 Kelurahan Bulusan. Lahan yang telah ditanami ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar untuk mengelola pekarangan masing-masing. Dr. Cahya Tri Purnami S.KM., M.Kes. menyampaikan bahwa keberhasilan pojok hortikultura ini membutuhkan partisipasi warga untuk seterusnya bisa merawat dan menambah jumlah tanaman sehingga hasilnya bisa memenuhi kebutuhan sayur pada skala rumah tangga dan menimbulkan kreativitas warga dalam memanfaatkan waktu dan tenaga dalam mengisi kegiatan selama pandemi Covid-19. 

Program ini mendapat sambutan baik dari Lurah Bulusan maupun masyarakat sekitar. Bahkan dalam pelaksanaannya tak jarang beberapa warga datang untuk membantu maupun sekedar bertanya-tanya mengenai penanaman tanaman hortikultura. “Ya tentu saja boleh (digunakan untuk menanam), fleksibel saja ingin pakai lahan yang mana, disini banyak lahan kosong. Sumber air juga ada, bisa ambil di rumah warga atau rumah saya,” kata Pak Ganjar, Ketua RW II, menanggapi rencana pembuatan pojok hortikultura.

Modul budidaya tanaman hortikultura, merupakan buku pedoman bercocok tanam tanaman hortikultura mulai dari penyemaian hingga panen yang dibagikan  kepada masyarakat melalui Ketua PKK RT 02, Ibu Ganjar, dengan harapan dapat membantu masyarakat memahami metode budidaya tanaman hortikultura skala rumah tangga yang benar. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk bertanam tanaman hortikultura ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di era pandemi Covid -19. 

Penulis : Aprillia Wahyu Wijayanti (Agroekoteknologi, FPP)

Editor    : Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN