Mohon tunggu...
Apriliansyah
Apriliansyah Mohon Tunggu... Penulis

Jurnalis dan pecinta fotografi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Pelangi Imlek di Belitung

25 Januari 2020   16:32 Diperbarui: 25 Januari 2020   16:37 28 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pelangi Imlek di Belitung
Dok. pribadi

Tokoh masyarakat Tionghoa Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ayie Gardiansyah mengatakan Tahun Baru Imlek 2571 adalah momentum untuk merawat kerukunan bangsa dan negara.

"Kita hidup dalam konteks kerukunan karena kita adalah masyarakat majemuk sehingga negara ini aman mari kita bangun kebersamaan dalam keberagaman," katanya di Tanjung Pandan, Jumat.

Ia mengatakan, Imlek adalah tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah berabad-abad dirayakan bahkan sebelum masehi Imlek telah dirayakan oleh sejumlah masyarakat Tionghoa.

Menjelang perayaan Imlek warga Tionghoa menyambutnya dengan membersihkan rumah kemudian sembahyang kepada para Dewa penghantar tahun yang lama ke tahun yang baru.

"Sebetulnya perayaan Imlek bukan hanya untuk masyarakat Budha atau Konghucu semua masyarakat bisa dilakukan lintas agama karena ini adalah kebudayaan," ujarnya.

Ia mencontohkan, potret kerukunan antar umat beragama terutama etnis Tionghoa dengan masyarakat setempat di daerah itu telah terjalin dalam waktu yang cukup lama.

Potret kerukunan tersebut, kata Ayie, tercermin dari saling berdekatannya bangunan Kelenteng Sijuk yang berdiri pada tahun 1815 dan Masjid Al Ikhlas  yang merupakan masjid tertua di Belitung dan berdiri pada tahun 1817.

"Hubungan ini sudah terjalin lama kemungkinan besar sejak zamannya Cheng Ho (1403-1424) kita punya bukti nyata dan saksi bisu yakni Kelenteng dan Masjid yang ada di Sijuk," katanya.

Ia berharap tahun baru Imlek 2571 ini jalinan kebersamaan antara agama, suku, maupun golongam dapat lebih kokoh.

"Kalau kita cerita perbedaam maka tidak akan pernah selesai mari kita bangun kalau kita bicara perbedaan jarak makin jauh makin senggang," ujarnya.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

VIDEO PILIHAN