Mohon tunggu...
Aprilia Safira
Aprilia Safira Mohon Tunggu... Lainnya - --

nn

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Eksil Indonesia yang Terbuang dan Terasingkan

26 Desember 2018   12:13 Diperbarui: 30 Maret 2020   21:19 1344
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: www.politik.lipi.go.id

Di kantor kedutaan, mereka diperlakukan layaknya pelaku kriminal. Dicecar pertanyaan oleh Minister Conselor dan sering kali diinterogasi oleh atase militer.

Padahal, beberapa dari mahasiswa tersebut di antaranya sedang menghadiri konferensi atau sekadar belajar tanpa tendensi ideologi. Banyak juga para eksil 65 yang sebenarnya berseberangan dengan PKI. Namun, mereka tetap diasingkan karena dianggap ancaman.

Salah satu kisah eksil tersebut pernah diabadikan salam sebuah film layar lebar pada tahun 2016 lalu.

Film dari Angga Sasongko yang berjudul "Surat dari Praha" kisah salah satu eksil tersebut diangkat kedalam layar lebar. Ialah Ronny Surjomartono alias Ronny Marton sedang berada di Ceko saat kudeta 1965 terjadi di Indonesia. 

Pemuda Solo, Jawa Tengah, itu tengah berjuang menuntaskan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Praha. Dia berangkat pada 1963, saat itu dirinya berstastus mahasiswa UGM namun ia memilih untuk melanjutkan tawaran beasiswanya keluar negeri sehingga membawanya hingga ke Praha. 

Baru semester dua, ia mendengar kabar duka dari tanah kelahirannya. Jutaan orang dihilangkan hanya karena cap komunis. Ronny sendiri bukanlah komunis tapi dirinya tidak dapat menolak jika disebut Soekarnois. Dirinya sangat mengidolakan Soekarno.

Setelah mendapat kabar tersebut, status kewarganegaraan dan mahasiswanya dicabut. Saat itu dirinya mendengar kabar bahwa Orde Baru banyak menjebloskan orang tak berdosa ke penjara, bahkan tanpa diadili. 

Keinginannya untuk pulangpun sirna terlebih apabila dirinya pulang akan dihadapkan dengan konsekuensi menjadi tahanan politik kategori C karena dianggap komunis dan pendukung Soekarno. 

Akhirnya ia memutuskan untuk menetap di Praha dan berlindung di bawah palang merah internasional selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya rezim Ceko berubah menjadi demokrasi dan dirinya berhasil mendapatkan kewarganegaraan Ceko pada tahun 1991. Kisah hidupnya tersebut diangkat kedalam layar lebar yang dibungkus dengan kisah cinta.

Satu lagi mungkin yang masih hangat dalam ingatan kita yaitu seorang mantan eksil yang kini hidup sebagai pemulung. Soesilo Ananta Toer atau Soesilo Toer seorang doctor lulusan Rusia yang merupakan adik dari penyair ternama Indonesia Pramoedya Ananta Toer. 

Soesilo Toer merupakan salah satu orang Indonesia yang sudah menapakan kaki di Kutub Utara. Dirinya berangkat ke Rusia saat itu untuk memenuhi tugas belajar yang difasilitasi oleh pemerintahan Soekarno pad 1962. Dalam gejolak Orde Baru dirinya masih melanjutkan kuliah hingga pada 1971 lulus dengan gelar doktor filsafat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun