Apriani Dinni
Apriani Dinni Pendidik SD

Biarkan penaku menari

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

[Catatan ADSN 51] Bukan Kertas Biasa

10 Januari 2019   22:00 Diperbarui: 10 Januari 2019   22:52 194 6 0
[Catatan ADSN 51] Bukan Kertas Biasa
dokpri

Akhir tahun ini sekolah kami mendapat kado tak terhingga, yaitu hasil akreditasi yang kami tunggu dengan harap-harap cemas, karena kami merasa persiapan kurang maksimal.

Jujur saja awal tahun pelajaran kemarin terasa sangat melelahkan, kegiatan yang terus menerus tanpa henti sangat menguras tenaga dan pikiran, yang terasa sangat berat adalah persiapan akreditasi.

Pikiran kami terbagi dengan empat kegiatan, yang kebetulan sekolah kami sebagai penyelenggara dan penanggung jawab semua kegiatan tersebut. Mau tidak mau persiapan akreditasi agak terabaikan karena kegiatan lain sudah ada jadwalnya dan jadwal akreditasi belum ada kepastian.

Persiapan akreditasi baru setengah jalan dan kami harus fokus pada empat kegiatan yang lain, saya dan guru-guru berusaha konsentrasi menyelenggarakan kegiatan yang sudah ada di depan mata, karena berhubungan dengan instansi lain yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan saya tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan yang mereka berikan pada sekolah saya. Bagi saya semua kegiatan adalah moment dan pengalaman yang paling berharga.

dokpri
dokpri
Kembali ke Akreditasi, pengawas memberitahu, sekolah kami mendapat jadwal gelombang kedua, ketika itu hari Jumat siang, dan gelombang kedua dimulai hari Rabu, kami belum diberi tahu dan belum ada jadwal sekolah Karya Mulya 2 kebagian hari apa.

Bisa dibayangkan Jumat siang kami mulai lembur lagi, saya berpesan pada guru-guru bahwa kita berpikirnya mendapat jadwal Rabu dan Kamis, supaya mereka berlari mempersiapkannya.

Selama lima hari guru-guru terlihat tegang dan serius, ada rasa lelah karena hari Rabunya baru menyelesaikan kegiatan lain yang butuh tenaga dan pikiran juga, mereka hanya beristirahat sehari, saya memaklumi dan tidak memaksakan kehendak, kami bekerjasama apa yang guru butuhkan saya siapkan.

Tanpa saya suruh dan banyak mengatur, mereka mengerti sendiri dan tanggung jawab dengan tiap standar yang sudah menjadi tugasnya. Saya hanya memantau dan memberi masukan pada mereka.

Tekad kami mempertahankan predikat A walau kami merasa agak berat, karena standar nilai berbeda dengan terakhir nilai yang sekolah kami dapat, tahun ini minimal nilai 91 baru mendapat predikat A sedang dulu 86 sudah mendapat predikat A.

Walau terasa berat tapi saya harus optimis dan memberi semangat pada guru-guru bahwa kita bisa.

Benar dugaan saya, ternyata sekolah kami mendapat jadwal Rabu dan Kamis, dan saya tahu jadwal itu malam rabunya, saya sudah pasrah saja, yang penting kami sudah berikhtiar, semua kemampuan sudah kami kerahkan sampai titik penghabisan dan tenaga sisa, selebihnya kami serahkan pada asesor dan tentunya berdoa pada Allah SWT, apapun hasilnya itu yang terbaik, walau kami punya target nilai 91, tapi kami tidak mau ngoyo atau memaksakan diri.

Salah satu doa kami terkabul dengan kedatangan asesor yang baik dan pengertian, tidak membuat tegang pada kami terutama guru-guru, hari terakhir banyak memberi masukan yang bermanfaat pada kami. Ternyata akreditasi tidak menakutkan dan se-tegang yang saya pikirkan.

Hari-hari setelah akreditasi saya harap-harap cemas menanti hasil akhir akreditasi, penuh tanda tanya di kepala apalagi predikat tetap atau menurun, saya tidak memikirkan angka yang kami dapat yang penting predikat A, he...he...he.

Alhamdulillah doa kami di dengar oleh-Nya, akhir tahun kami mendapat kabar bahwa sekolah kami mendapat predikat A dengan nilai 93, wow spektakuler bagi kami, mendapat bonus angka yang kami sendiri tak berani membayangkannya. Setelah. Mendapat kabar langsung teringat asesor kami yaitu pak Eko dan bu Puspa yang berasal dari Garut dan diperbantukan di Subang ketika Akreditasi.

Awal tahun, sertifikat Akreditasi sudah bisa di Print, selembar kertas penuh arti, rasa capai dan lelah hilang semua, berganti senyum haru, dalam selembar kertas penuh cerita dan kenangan, ada bersamaan, kerjakeras, gotong royong dan kekeluargaan. Bayangan guru-guru, pengawas dan asesor menari-nari dalam pikiranku, semua menjadi kenangan terindah dalam hidupku. Terimakasih semuanya terutama Allah yang memudahkan setiap langkah umat-Nya.

ADSN, 100119