Mohon tunggu...
Aphrodita Shelbyla Bilkhis W
Aphrodita Shelbyla Bilkhis W Mohon Tunggu... Mahasiswa

Universitas Brawijaya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pentingnya Pemaknaan Pancasila bagi Generasi Milenial

13 Mei 2021   07:15 Diperbarui: 13 Mei 2021   07:15 36 2 1 Mohon Tunggu...

Generasi Millenial merupakan generasi yang dipercayakan menjadi pemimpin Bangsa yang akan datang dengan keterkaitan teknologi yang serba digital dan modern. Generasi Milenial memiliki ciri khas karakteristik tersendiri seperti:

  • Lebih sering percaya informasi dari content creator daripada informasi lain
  • Lebih memilih gadget daripada media lain
  • Media sosial seperti di wajibkan
  • Lebih sering melakukan transaksi cashless
  • Lebih pandai IT

Generasi penerus perjuangan Bangsa yang digadangkan memegang estafet kepemimpinan bangsa ini, wajib hukumnya untuk dapat menjaga kandungan nilai Ideologi Negara Indonesia. Seperti pada yang kita tau, Negara Indonesia memiliki Ideologi Bangsa yang sudah melekat pada diri bangsa yaitu Pancasila. 

Pancasila sebagai pilar penyangga dalam kehidupan berbangsan dan bernegara, mengatur banyak aspek kehidupan dalam kehidupan. Namun, Generasi Millenial saat ini seringkali menganggap remeh Pancasila yang notabene adalah Ideologi Bangsa ini sendiri, mulai dari kandungannya, arti maupun sila-sila Pancasila yang dianggapnya hanya suatu materi pembelajaran di suatu kurikulum pendidikan. 

Generasi Millenial sangat krisis toleransi dalam kehidupan sehari-hari, kurangnya rasa kemanusiaan, kekeluargaan dan cenderung lebih individualism dalam menjalani kehidupan. Banyak sekali generasi millenial yang masih sangat kurang dalam memaknai Pancasila itu sendiri dan kurang dalam memaksimalkan penggunaan media untuk hal-hal positif lainnya. Generasi millenial tidak dapat terlepas dari gadget dan sosial media, seharusnya dalam hal ini generasi millenial dapat menambah wawasan dalam pemaknaan Pancasila itu sendiri lewat banyak media yang digunakan.

Banyak cara yang seharusnya dapat dilakukan untuk menumbuhkan arti dari Pancasila ini sendiri bagi generasi millenial. “Kita bisa mempublikasi dari media sosial kepada khayalak umum tentang Pancasila, terjun langsung ke masyarakat lewat sosialisasi, namun menurut saya yang cukup ampuh sejauh ini adalah dengan masuk kekehidupan generasi millenial ini dengan membawa kandungan-kandungan dari nilai Pancasila ini sendiri dengan tujuan mereka dapat mengimplementasi kandungan nilai Pancasila secara langsung maupun tidak langsung seperti itu”, kata Bilqis Islach W selaku Duta Pancasila Kab. Malang (4/5/2021)

Generasi millenial cenderung enggan jika mengamalkan sila Pancasila secara sengaja. Padahal sejatinya, sila-sila yang terkandung dalam Pancasila sebagian tanpa kita sadar telah kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada kehidupan kita sehari-hari yang menghargai seseorang yang sedang beribadah, hal tersebut termasuk kedalam sila Pancasila yang pertama. Kita tidak dapat menolak jika sejatinya nilai pada Pancasila telah melekat kedalam diri individu masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai identitas bangsa perlu selalu dijaga kelestariannya yang perlahan memudar didiri generasi millenial. Seperti yang kita tau, pemuda Indonesia terlalu masuk kedalam globalisasi dan tidak menyaringnya sesuai kepribadian kita. Oleh karena itu, sangat perlu bagi Generasi Millenial untuk menanamkan nilai Pancasila yang dalam diri individu masing-masing yang diyakini kebenaran dan diperjuangkan serta dijaga nilai-nilainya.

“Untuk membumikan dan mempromosikan arti dari Pancasila itu sendiri menurut BPIP terdapat 2 arah yaitu sektor kultural dan struktural. Kalau dari kultural bisa dari kita masing-masing individu sendiri. Sedangkan dari sektor struktural bisa dilakukan dari Pemerintah, bagaimana cara menggemborkan kembali nilai dari Pancasila agar lebih naik dan membuming kembali sebagai jati diri Bangsa.”, kata Duta Pancasila Kabupaten Malang, Bilqis Islach Waffrodah pada 4 Mei 2021. 

Banyak sekali tantangan yang menyerang generasi millenial agar beralih paham dan meninggalkan ideologi bangsa yaitu Pancasila. Tak jarang, seringkali disekitar kita, dikampus, dimedia sosial, maupun ditempat-tempat umumpun banyak orang yang menawarkan dan seakan memberi yakin kita bahwasanya Pancasila tidak cocok untuk kepribadian kita sendiri. Kita sebagai warga NKRI yang bijak seharusnya mampu membekali diri kita untuk tidak terjerumus kedalamnya, agar tetap menjaga nilai dan kandungan Pancasila.

Banyak sekali hal yang dapat memecah belah Pancasila salah satunya radikalisme. Kita terutama generasi millenial harus dapat membendung diri terhadap radikalisme dengan Pancasila yang merupakan salah satu tantangan bagi ideologi Bangsa. Gerakan ini dapat memecah belah Pancasila dengan tindakan-tindakannya yang umumnya bersifat kekerasan dan mengarah pada terorisme yang memecah. 

Gerakan radikalisme bisa terjadi di negara Pancasila karena kurangnya seseorang akan pemahaman dari arti dasar negara tersebut, serta kurangnya keteguhan hati atas iman seseorang yang mengakibatkan ia melandaskan dirinya diatas sebuah agama, namun sejatinya dirinya tidak mengimani yang ada dalam agama sehingga mengakibatkan ia melakukan tindakan radikalisme agama yang menurutnya hal tersebut adalah untuk membela Tuhan. Agar tidak terjadi tindakan seperti ini, menurut saya masing-masing individu harus didasari dengan dasar agama yang kuat dan lebih mendalami lagi apa arti dari sila-sila yang ada pada Pancasila itu sendiri. Dan mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari serta menjauhi hal-hal yang menyimpang dari Pancasila itu sendiri.

Jadi pada intinya, kita sebagai generasi Millenial harus bisa membendung segala aspek luar yang mengancam diri kita kepada identitas bangsa yang dapat dilakukan dengan menanamkan kembali nilai-nilai dan kandungan isi Pancasila. Selain itu, kita juga dapat saling menggemborkan media sosial kita dengan hal-hal positif lain yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan keteguhan Pancasila agar yang melihat pun bisa merasakan postive vibes nya sehingga ia menirukan dan melakukan kebaikan yang sama.

(Referensi : BPIP.go.id)

VIDEO PILIHAN